#pembunuhan#Lamteng

Rekontruksi Kasus Pembunuhan Yudi Irawan, Keluarga Berharap Keadilan

( kata)
Rekontruksi Kasus Pembunuhan Yudi Irawan, Keluarga Berharap Keadilan
Para Pelaku saat melakukan adegan Rekontruksi pembunuhan terhadap Yudi Irawan, di Mapolres Lampung Tengah. Lampost.co/ Raeza


Gunung Sugih (Lampost.co)-- Polres Lampung Tengah, melakukan rekontruksi Kasus Pembunuhan, terhadap Yudi Irawa (23) warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, yang di bunuh oleh sembilan orang pelaku.

Rekontruksi ini dilakukan guna mendapat gambaran yang jelas terkait pembunuhan yang terjadi pada 15 juli lalu. Selain itu juga untuk menguji kebenaran ketarangan terdakwa atau saksi sehingga dapat diketahui benar tidaknya tersangka melakukan tindak pidana.

"Iya, kami sedang melakukan rekontruksi kasus pembunuhan Korban Yudi Irawan yang jasadnya di buang oleh para pelaku di Irigasi Kecamatan Anak Tuha. Saat ini sedang berlangsung," kata Kasat Reskrim Polres Lamteng, Edy Qorinas, Selasa 2 Agustus 2022.

Baca Juga : Polisi Terus Kembangkan Kasus Pembunuhan Berencana di Lamteng

Disamping itu, Saibun (47) yang merupakan ayah Korban Yudi Irawan hadir dalam rekontruksi pembunuhan anaknya. Ia merasa miris melihat adegan demi adegan prosesi anaknya dianiaya lantaran pelaku Tri Yulianto (22) yang sudah di anggap sebagai anak sendiri.

"Miris saya lihatnya, tapi bagaimana lagi, namanya juga takdir. Padahal Tri itu sering main ke rumah, tidur di rumah. Sudah saya anggap seperti anak sendiri, karena anak saya Yudi dan Tri memang berteman" kata Ayah Korban.

Ia menerangkan, sebelum peristiwa ini terjadi pelaku Tri dan Apri sempat menginap di rumah keluarga Saibun. Lalu, esokan harinya mereka pergi bersama. Lalu, korban Yudi sempat mengabari adik kandungnya bahwa tidak bisa pulang karena tidak diperbolehkan oleh Tri.

"Tri dan Apri sepet nginep di rumah saya, terus mereka pergi. Yudi sempat kasih kabar ke adiknya, kalau di tahan oleh Tri, enggak boleh pulang," jelasnya.

Pihaknya menerangkan, bahwa pelaku Tri juga menyukai adik kandung korban. Namun yang bersangkutan tidak merespon lantaran tidak memiliki rasa suka kepada pelaku.

"Tri itu suka sama anak saya yang perempuan, adik kandung Yudi, tapi dia belum suka. Tri sudah saya anggap seperti keluarga, sebagai anak sendiri," terangnya.

Saibun berharap polisi dapat menangkap pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus pembunuhan anak kandungnya. Ia harap adanya keadilan dan para pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

Sementara, istri korban Veni Indiani (24) menerangkan bahwa saat kejadian pembunuhan dirinya sedang berada di rumah orang tuanya lantaran sedang ada permasalahan keluarga oleh korban Yudi Irawan. Ia juga berharap para pelaku menerima hukuman yang setimpal.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar