koronawabahkoronacoronavirusKPAIdaring

Rekomendasi KPAI Buat Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19

( kata)
Rekomendasi KPAI Buat Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi. Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah berencana membuka sekolah pada 2021 di semua zona covid-19. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan sejumlah rekomendasi agar pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi tidak menjadikan klaster baru penyebaran covid-19.

 

"Pertama, pemerintah daerah (pemda) dan pemerintah pusat fokus pada persiapan infrastruktur, protokol kesehatan, sosialisasi protokol kesehatan, dan sinergi antara dinas pendidikan dengan dinas Kesehatan serta gugus tugas covid-19 di daerah," kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti, kepada Medcom.id, Senin, 16 November 2020.

Menurut Retno, rekomendasi pertama itu penting dilakukan. Dia meminta pembukaan sekolah ditunda jika belum mampu memenuhi infrastruktur dan protokol kesehatan tersebut.

Rekomendasi kedua ialah meminta pemda dan pemerintah pusat mulai mengarahkan politik anggaran ke pendidikan, terutama persiapan infrastruktur buka sekolah demi mencegah klaster baru. Sebab, infrastruktur adaptasi kebiasaan baru (AKB) di sekolah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka dukungan dana dari pemerintah dibutuhkan.

"Kalau daerah belum siap, maka tunda dulu buka sekolah, meskipun di daerah itu zonanya hijau," ujarnya.

Rekomendasi ketiga, mendorong pelaksanaan swab test bagi seluruh pendidik dan tenaga pendidikan sebelum memulai pembelajaran tatap muka di sekolah. Swab test untuk peserta didik, kata Retno, dapat dilakukan secara acak (sampel).

"Namun biayanya juga dibebankan pada APBD dan APBN Tahun Anggaran 2020/2021," kata dia.

Rekomendasi keempat, KPAI mendorong pembukaan sekolah tidak berdasarkan zona. Namun, ditentukan oleh kesiapan semua pihak.

"Daerah siap, sekolah siap, guru siap, orang tua siap dan siswa siap. Kalau salah satu tidak siap, maka tunda buka sekolah meskipun zonanya berstatus hijau," tegas dia.

Rekomendasi kelima, KPAI mendesak dinas pendidikan memerintahkan seluruh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di level sekolah untuk memilih materi-materi yang akan diberikan saat PTM dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sebab, siswa akan masuk secara bergantian.

Retno mengatakan materi PTM sebaiknya materi dengan tingkat kesulitan tinggi yang membutuhkan bimbingan guru secara langsung. Sedangkan, materi PJJ materi ringan yang bisa dikerjakan secara mandiri oleh para siswa.

"Kepala sekolah harus memastikan hal tersebut dalam supervisi. Kalau MGMP dan sekolah belum siap, maka tunda buka sekolah yang bersangkutan," ujarnya

Rekomendasi keenam, KPAI mendesak sekolah untuk tidak langsung melakukan PTM dengan separuh jumlah siswa. Sekolah disarankan memulai uji coba PTM dengan sepertiga siswa, baik siswa sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah menengah pertama (SMP).

"Dimulai dari kelas paling atas, kalau peserta didik patuh pada protokol kesehatan, barulah menyelanggarakan simulasi untuk siswa di kelas bawahnya. Jangan memulai PTM tanpa uji coba terlebih dahulu," kata dia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri terkait pembukaan sekolah di zona hijau. SKB empat menteri diterbitkan atas desakan para orang tua siswa untuk segera membuka sekolah.

Orang tua siswa sudah tak sanggup mendampingi anak saat PJJ. Banyak masalah yang dihadapi orang tua, salah satunya tidak adanya akses internet di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar