#proyek

Rekanan Proyek Pemasangan Mortar di Jalinsum Lampura Disemprit

( kata)
Rekanan Proyek Pemasangan Mortar di Jalinsum Lampura Disemprit
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Kotabumi (Lampost.co) -- Konsultan pekerjaan pemasangan mortar di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Bandar Putih, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) memberi peringatan keras terhadap rekanan yang sempat menuai protes warga. 

Selain masalah kualitas yang dipertanyakan, mekanisme mulai dari alat pelindung diri (APD) pekerja, pelaksanaan penggalian dengan material yang dinilai menganggu jalan, upah pekerja juga dianggap masih rendah. Warga menilai, persoalan-persoalan tersebut berimbas pada hasil proyek yang dihasilkan. 

Konsultan lapangan, Ryan Tama membenarkan sorotan dan protes yang disuarakan warga tersebut.

"Termasuk memeriksa kualitas dengan cara membongkar pasangan mortar untuk melihat faktanya, dan benar itu adanya dan kita (konsultan) beri peringatan keras. Bukan kepada pelaksana berada di bawah, melainkan perusahaan yang mendapatkan pekerjaan (rekanan)," ujarnya Rabu, 1 November 2021 malam.

Dia mengetakan, hasil pengerjaan proyek tidak sesuai dengan kualifikasi dan aspirasi warga.

"Pekerjaan tersebut memang dilaksanakan warga. Walaupun biasa seperti itu, tetapi ya jangan dibiasakan. Sebab pasangan mortar bukan berasal dari APBD maupun APBDP. Namun itu kegiatan Kementerian PUPR (pusat)," kata dia.

Sementara itu, General Manager Superintenden PT Bumi Delta Halten, Suhartono menyebut pekerjaan itu adalah kesalahan dari pelaksana di lapangan yang telah menyanggupi pekerjaan sesuai nilai diberikan.

"Kita sebagai pemenang tender telah menyerahkan sepenuhnya pekerjaan kepada pelaksana (subkon) di lapangan, jadi kalau ada permasalahan ya merekalah yang menanggungnya. Dan itu telah melalui kesepakatan kedua belah pihak," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar