#Pencabulan#kekerasanseksual

Rekam Adegan Mesum bersama Anak di Bawah Umur, Warga Jatiagung Ditangkap 

( kata)
Rekam Adegan Mesum bersama Anak di Bawah Umur, Warga Jatiagung Ditangkap 
Tersangka pencabulan AS (54), warga Dusun Tanjung Raya, Desa Karang Sari Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel). Lampost.co/Febi Herumanika


Jatiagung (Lampost.co) -- Satuan Unit Reserse Kriminal Polsek Jatiagung mengamankan pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur berinisial NH (17). Tersangka dengan inisial AS (54) itu merupakan warga Dusun Tanjung Raya, Desa Karang Sari Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Kapolsek Jatiagung Iptu Mayer Anwar Harahap mengatakan penangkapan AS dilakukan pada Jumat, 22 Januari 2021, sekira jam.23.00 WIB.

"Penangkapan itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B- 87/I/2021/Res Lamsel/Sek Jati Agung tanggal 21 Januari 2021. Pasal 81 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak, UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang," kata Kapolsek, Minggu, 24 Januari 2021.  

Tersangka juga diganjar Pasal 27 ayat (1) UU No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaski Elektronik. 

"Kejadian pencabulan di Dusun Tanjung Raya Desa Karang Sari, Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung selatan. Yang melaporkan kejadian ini adalah bibi korban," Kata Iptu Mayer. 

Pencabulan yang dilakukan tersangka, kata Kapolsek, sudah dilakukannya sejak 2018 saat korban masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Terungkapnya kasus pencabulan itu disebabkan video mesum yang sengaja dibuat tersangka saat menyetubuhi korban tersebar ke masyarakat di tempat keduanya tinggal. 

"Tersangka menghubungi korban dan menyuruh korban untuk datang kerumahnya, setelah korban datang ke rumah tersangka dan disambut terlapor di belakang rumah lalu terlapor mengajak korban ke dalam kamar," kata Kapolsek. 

Di dalam kamar terlapor membujuk korban untuk melakukan hubungan badan dengan tawaran akan diberikan uang sebesar Rp500 ribu dan terlapor menyuruh korban untuk membuka semua pakaiannya.

"Tanpa sepengetahuan korban, tersangka merekam adegan tersebut dengan menggunakan handphone yang disembunyikan di balik pakaian di atas lemari. Rekaman tersebut sengaja dipertontonkan dan disebarkan tersangka kepada orang lain," kata Mayer. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar