#kriminal#Curas&Perkosaan#Tanggamus#beritalampung

Reka Ulang Kasus Kasus Curas dan Pemerkosaan Digelar Polres Tanggamus

( kata)
Reka Ulang Kasus Kasus Curas dan Pemerkosaan Digelar Polres Tanggamus
Ini dia pelaku curas dan pemerkosaan yang telah melakukan reka ulang adegan di halaman gedung Satreskrim, Tanggamus. (Foto:Lampost/Abu Umaraly)


KOTA AGUNG (Lampost.co)--Mulyadi (24) pelaku aksi pencurian dengan kekerasan (curas) sekaligus pemerkosaan melakukan 21 adegan saat reka ulang oleh penyidik unit PPA Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tanggamus, Rabu (14/3/2018). 
Aksi bejat pelaku dilakukan pada Minggu (3/1) sekitar pukul 13.00 dengan tempat kejadian perkara (TKP) Pantai Pekon Ketapang, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus.
Rekontruksi ini disaksikan langsung Kapolres AKBP Alfis Suhaili, Kasipidum Kejaksaan Negeri Tanggamus M. Fahruddin Syuralaga dan jaksa Avi Yuanto di halaman gedung Satreskrim diperankan oleh tersangka Mulyadi dan 2 orang pemeran pengganti. 

Kasat Reskrim AKP Devi Sujana mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, mengatakan dalam reka ulang ini tergambarkan dengan jelas bagaimana aksi tersangka bersama 3 rekannya melakukan kejahatan. Disamping itu guna penyamaan persepsi penyidik dan kejaksaan dalam penerapan pasal. 
"Adegan dimulai dari aksi tersangka mengintai korban S dan teman prianya SU saat di pantai," kata Kasat.
Dalam adegan keempat, tersangka bersama Ramsi (DPO) menodong kedua korban. Dilanjutkan adegan kelima, kedua pelaku melucuti pakaian kedua korban. Kemudian pelaku merampas handphone dari saku celana korban. Kedua korban lalu dipaksa melakukan hubungan intim dan direkam oleh Mulyadi menggunakan handphone korban atas perintah Ramsi. 
"Pada adegan 7 sampai 10, korban S dibawa Ramsi sekitar 50 meter dan diperkosa," terangnya. 
Di adegan kesebelas, tersangka Mulyadi meminta korban S untuk melakukan oral seks. Adegan selanjutnya, kedua orang DPO lainnya datang dan melakukan pemerkosaan terhadap korban. Kebejatan para pelaku tidak sampai disitu, setelah puas korban SU dipaksa mencari uang disertai ancaman.
Korban SU kemudian pergi bersama seorang DPO pergi mencari uang yang diminta. Sedangkan korban S dititipkan di rumah saksi sekitar pantai. Hingga pada adegan terakhir, kedua korban diantar pulang dengan diantar oleh saksi menggunakan sepeda motor. 
Untuk diketahui, korban S merupakan pelajar asal Kecamatan Kotaagung. Sedangkan teman prianya SU (23) warga Pekon Kelungu, Kecamatan Kota Agung. Tersangka Mulyadi ditangkap pada Selasa (5/12) dikediamannya sekira pukul 16:00. 3 DPO lainnya berinisial RZ, RA dan IY.  
Terhadap tersangka dikenakan Pasal 365 KUHPidana ayat (1), ayat (2) ke-2, tentang Curas, Pasal 285 junto pasal 289 KUHPidana tentang Perkosaan/Cabul dan Pasal 29, pasal 32, pasal 35 UURI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman maksimal masing-masing pasal 12 tahun.

Abu Umaraly









Komentar