#panganlokal#kuliner#ekbis#beritalampura

Rejosari Gelar Pelatihan Pengrajin Kuliner Berbasis Pangan Lokal

( kata)
Rejosari Gelar Pelatihan Pengrajin Kuliner Berbasis Pangan Lokal
Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Lampung Utara, Darius Zulkarnaen saat membuka pelatihan bagi pengrajin kuliner di aula kelurahan setempat, Kamis, 12 Desember 2019. Lampost.co/Yudhi Hardiyanto

Kotabumi (Lampost.co): Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi menggelar pelatihan bagi pengrajin kuliner di aula kelurahan setempat, Kamis, 12 Desember 2019. Hal itu guna meningkatkan kapasitas bagi pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) berbasis kuliner dengan memperkenalkan ragam bahan pangan lokal sebagai pengganti penggunaan tepung terigu.

Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Lampung Utara, Darius Zulkarnaen, mengatakan dengan memperkenalkan ragam tepung berbasis bahan pangan lokal, seperti tepung singkong, sukun, maupun ganyong akan memperkaya wawasan para pengrajin kuliner untuk memilih alternatif menggantikan tepung terigu sebagai bahan dasar pembuatan makanan tertentu seperti kue, mie dan lainnya.

"Dengan adanya pemahaman baru ini, diharapkan akan mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis kuliner yang ada di Kelurahan Rejosar," kata dia.

Ia berharap 25 pengrajin makanan di Kelurahan Rejosari yang ikut dalam pelatihan tersebut mendapatkan pemahaman bahwa bahan pangan lokal tersedia melimpah di Lampung Utara.

Lurah Rejosari Opi Riyansyah mengatakan dengan mengganti penggunaan tepung terigu ke produk tepung berbasis pangan lokal, secara tidak langsung perajin kuliner telah mendukung petani lokal untuk mendapatkan nilai jual yang sepadan dari produk pertanian yang dikembangkan.

Di samping itu, kata dia, produk pangan lokal lebih sehat karena tidak mengandung gluten yang merupakan salah satu jenis protein yang biasanya terkandung dalam gandum. Gluten sendiri mengandung peptida yaitu sejenis protein yang dapat menurunkan kekebalan tubuh dan akan berdampak pada pengidap obesitas, kelelahan kronis, dan gangguan pencernaan.

"Melalui pelatihan ini, selain membuka wawasan pengrajin kuliner dan dapat mengaplikasikannya, produk pangan yang dihasilkan diharapkan sehat, berkualitas, dan aman di konsumsi," kata dia.

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar