#PDP#reihana

Reihana Minta Jajarannya Tak Asal Beri Status PDP

( kata)
Reihana Minta Jajarannya Tak Asal Beri Status PDP
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung, Reihana

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung, Reihana meminta kepada jajarannya di 15 Kabupaten/Kota untuk tak mudah memberi status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Ia menegaskan bahwa pasien dari Bukit Kemuning, Lampung Utara bukan pasien positif Covid-19.

"Ada informasi yang beredar bahwa ada PDP yang meninggal. Tapi bila melihat perjalanan penyakitnya sepertinya pasien ini bukan PDP. Pasien tersebut memang ada riwayat kontak dengan keluarga di Tanggerang," kata Reihana, Minggu, 12 April 2020.

Sebelum pulang ke Lampung pasien sempat dirawat di Rumah Sakit Tanggerang diagnosanya ialah TB Paru dan Tipoid. Selanjutnya pasien pulang ke Lampung pada 7 April 2020 dengan keluhan bertambah.

Kemudian, petugas puskesmas di Lampung Utara mengunjungi pasien dirumahnya kemudian konsultasi dengan dokter spesialis paru di Rumah Sakit Ryacudu. Kemudian dokter tersebut melakukan pengecekan dan pasien di rawat di Rumah Sakit Ryacudu, saat itu dilakukan rapid test  dan hasilnya negatif. 

Kemudian dari RS Ryacudu jam 22.00 WIB pada 7 April 2020 dirujuk menuju RS. A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Ia juga mempertanyakan mengapa dari rumah sakit rujukan utama sesuai SK aturan Kementerian Kesehatan malah dirujuk menuju rumah sakit lainnya. 

Di RS A Dadi Tjokrodipo, pasien dirawat selama 4 hari. Selanjutnya, pada hari ketiga, kondisi pasien sempat membaik bahkan direncanakan untuk pulang. Tetapi, pada malam hari keempat kondisinya memburuk kembali.

Kemudian pada Minggu, 12 April 2020 pasien meninggal dunia dengan diagnosa Pneoponi, PCP, TB Paru, dan HIV. Hal tersebut sesuai dengan keterangan dalam surat kematian. 

"Pasien direncanakan rapid test kedua. Tapi belum terlaksana rapid test kedua, tapi pasien keburu meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini.

Ia mengingatkan kepada jajarannya untuk kritis dalam memberikan status PDP seorang pasien. Pasien tersebut sudah dibawa oleh keluarga di Kota Bumi, tidak dilakukan pemulasaran jenazahm sebab pasien tersebut bukan Covid-19.

Ia juga meminta jajarannya untuk lebih memahami mengenai PDP dan jeli dalam pemeriksaan dan melihat perkiraan selanjutnya.

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar