#pembunuhan#kriminal#beritalampung

Rebutan Lahan Garapan Jadi Motif Pembunuhan Atarbawang Lambar

( kata)
Rebutan Lahan Garapan Jadi Motif Pembunuhan Atarbawang Lambar
Kapolres Lambar menunjukan alat bukti yang digunakan pengeroyokan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) – Kapolres Lampung Barat, AKBP Hadi Saepul Rahman, mengungkapkan motif pembunuhan terhadap seorang warga di Pekon Atarbawang, Kecamatan Batu Ketulis, yang ditemukan membusuk dengan tangan terikat di dalam karung.

Hadi menjelaskan pembunuhan tersebut dilakukan sembilan tersangka dengan alasan dendam akibat rebutan lahan garapan antara tersangka Ahmad Jarot dan korban.

“Sengketa lahan tersebut dipicu dari kebun yang dijaga tersangka Ahmad Jarot yang awalnya digarap korban. Namun, kebun yang dijual pemiliknya akhirnya lahan garapan berpindah dari korban kepada tersangka,” kata Hadi, Senin, 15 November 2021.

Korban sempat mendatangi pelaku di gubuk kebun dan memintanya pergi, karena korban hendak tinggal di gubuk tersebut. Hal tersebut membuat Ahmad Jarot sakit hati dan mengajak delapan tersangka lainnya membunuh korban.

Kedelapan rekan tersangka itu adalah M Sodiq, Moh Khotib, Yurizal, Ehsan Irawan, Sunyoto, Sandimin alias Min dan Sardi. Pembunuhan itu dilakukan sekitar pukul 17.30 WIB, Minggu, 25 Oktober 2021.

Tersangka mendatangi korban dan mengeroyok korban dengan memukulinya menggunakan kayu dan bambu. Selanjutnya jazad korban dibuang ke sungai sekitar 5 kilometer dari lokasi penemuan.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil tes DNA, identitas korban akhirnya diketahui, yaitu Wagimin, warga kampung tetangga dari para tersangka.

“Untuk tersangka terancam Pasal 340 atau Pasal 338 atau 170 (2) ke-3 KUHP dengan pidana penjara 15-20 tahun dan seumur hidup,” kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar