#rusiaukraina#internasional

Rebut Kota Lysychansk, Rusia Kuasai Luhansk

( kata)
Rebut Kota Lysychansk, Rusia Kuasai Luhansk
Seorang pria berjalan melewati puing-puing mobil di kota Lysychansk, Ukraina, 21 Juni 2022. (Anatolii Stepanov / AFP)


Moskow (Lampost.co) -- Rusia mengeklaim menguasai wilayah Luhansk di Ukraina, usai merebut pertahanan terakhir pasukan lokal di kota Lysychansk pada Minggu, 3 Juli. Para prajurit Ukraina dikabarkan mundur dari kota tersebut.

Jatuhnya Luhansk ke tangan Rusia merupakan kemenangan strategis bagi Moskow. Sejak awal invasi pada 24 Februari, Rusia menegaskan tujuan utamanya untuk membebaskan wilayah Donetsk dan Luhansk.

Negara-negara Barat mengecam alasan tersebut, karena Donetsk dan Luhansk secara resmi merupakan bagian dari wilayah Ukraina.

Baca juga: Rusia Berpotensi Gagal Bayar Utang untuk Pertama Kali

Dikutip dari Telegraph, Senin, 4 Juli 2022, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menginformasikan Presiden Vladimir Putin bahwa Luhansk telah berhasil dibebaskan.

Sebelumnya, ia juga menginformasikan sejumlah desa yang berada di sekitar Lysychansk berhasil direbut dari tangan Ukraina.

"Kami telah menguasai sepenuhnya kota Lysychansk," ucap Shoigu.

Militer Ukraina belum berkomentar mengenai jatuhnya Lysychansk maupun Luhansk secara keseluruhan. Sejumlah pejabat Ukraina hanya mengatakan bahwa klaim pembebasan wilayah merupakan propaganda perang Rusia.

"Pasukan Ukraina kemungkinan sengaja mundur dari Lysychansk, yang berujung pada perebutan kota tersebut oleh Rusia pada tanggal 2 Juli," kata sejumlah analis dari Institute for the Study of War yang berbasis di Washington.

Analisis itu didasarkan pada rekaman video yang memperlihatkan pasukan Rusia berjalan santai di wilayah utara dan timur Lysychansk, mengindikasikan ketiadaan prajurit Ukraina. Institute for the Study of War mengatakan rekaman video itu meliputi serangkaian foto di media sosial, dan geolokasi juga mengonfirmasi tempat video itu diambil. 

"Para prajurit Rusia memperkuat posisi mereka di Lysychansk. Mereka menyerang kota tersebut dengan taktik brutal," tutur Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai, sebelum Rusia mengumumkan keberhasilan mereka.

 

 

 

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar