pupuksubsidi

Realisasi Pupuk Subsidi di Pringsewu Tunggu SK Gubernur

( kata)
Realisasi Pupuk Subsidi di Pringsewu Tunggu SK Gubernur
Ilustrasi (Dok/Antara)

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Dinas Pertanian Pringsewu masih menunggu SK Gubernur Lampung terkait alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Pringsewu.

"Jika SK alokasi pupuk sudah diteken gubernur akan langsung dididistribusikan ke kelompok tani dan distributor," demikian penjelasan Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Karyanto, di ruang kerjanya.

Menurut Maryanto kebutuhan pupuk di Pringsewu diperkirakan tidak berubah signifikan dari 2019. Dia menambahkan berdasarkan usulan RDKK secara online kebutuhan pupuk di Pringsewu sekitar 54.000 ton, dari usulan 100.000 ton.

Namun tambah dia secara resmi memang belum bisa dipastikan sejumlah tersebut. Pasalnya masih menunggu SK gubernur. "Besaran tadi merupakan usulan berdasarkan realisasi tahun 2019," ungkapnya.

Maryanto menyatakan bisa saja PT. Pusri, menambah alokasi pupuk untuk Pringsewu. Ia menambahkan apabila SK kebutuhan pupuk sudah diteken gubernur, pihaknya akan langsung meminta bupati untuk menandatangani, agar bisa langsung diinformasikan ke seluruh kelompok tani dan distributor pupuk.

"Selama SK alokasi pupuk belum di tandatangani gubernur, distributor juga tidak berani membagikan ke kelompok tani," imbuhnya.

Menurutnya dari estimasi kebutuhan pupuk sekitar 54.000 ton atau sekitar 60 persen dari usulan RDKK, meliputi berbagai jenis pupuk: pupuk urea, SP36, ZA, dan organik. "Tapi alokasi pupuk urea bisa mencapai 45 persen dari alokasi pupuk yang di siapkan," ungkapnya.

Dia menambahkan besaran pupuk sekitar 54.000 ton, diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian seluas 13.678 hektare.

 

Winarko



Berita Terkait



Komentar