#Samsat#Liwa

Realisasi Pendapatan Samsat Liwa Baru Mencapai 84,13 Persen

( kata)
Realisasi Pendapatan Samsat Liwa Baru Mencapai 84,13 Persen
Kepala Samsat Liwa Desilia/Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co): Target pendapatan Samsat Liwa tahun 2020 hingga Selasa, 8 Desember 2020 baru terealisasi sebesar 84,13% atau Rp29,056 miliar dari total target Rp34,538 miliar.

Kepala Samsat Liwa Desilia mengatakan target dan perolehan pendapatan yang bersumber dari pajak kendaraan yang dikelolah pihaknya terbagi dua yaitu dari pelayanan Samsat Liwa dan Samsat keliling.

Tahun ini, lanjut dia, target pendapatan Samsat Liwa secara keseluruhan Rp34,538 miliar. Target tersebut terbagi dua yaitu target yang dikelolah oleh Samsat induk dan Samsat keliling (Samling).

Realisasi secara rincinya yaitu Samsat  induk PKB dari target Rp 12,258 miliar telah terealisasi Rp12,297 miliar (100,32%). Kemudian BBNKB dari target Rp20,129 miliar telah terealisasi Rp14,690 miliar (72,98%).

Kemudian Samling yaitu PKB dari target Rp2,151 miliar telah terealisasi Rp2,067 miliar (96,14%).

"Kalau target pendapatan dari PKB khusus yang dikelolah oleh Samsat induk, itu sudah terealisasi 100,32% tapi untuk target keseluruhan itu realisasinya baru 84,13%," kata Desi, Selasa, 8 Desember 2020.

Ia menambahkan, untuk realisasi pendapatan dari PKB secara keseluruhan sampai saat ini sudah 99,7% yaitu 14,365 miliar. Rincian realisasi Samsat induk 100,32% dan Samsat keliling 96,14%. Kemudian realisasi BBN-KB baru 72,98%. Namun setelah perolehan keduanya digabung maka realisasinya baru mencapai 84,13%.

Untuk mengejar pencapaian target itu, lanjut dia, sejak September lalu sudah membuka pelayanan untuk pembayaran pajak jatuh tempo tiga bulan kedepan sudah bisa dibayar. Artinya pajak kendaraan bermotor yang jatuh temponya tiga bulan kedepan sudah bisa melakukan pembayaran.

Ia berharap melalui program layanan pembayaran pajak jatuh tempo tiga bulan kedepan ini bisa meningkatkan pencapaian target. Sebab menurutnya, banyak masyarakat yang melaksanakanya untuk menghindari denda jika terlambat.

Pihaknya juga bekerjasama dengan lintas terkait melalui penertiban kendaraan bermotor.

Pihaknya juga pernah merencanakan untuk melaksanakan pelayanan door to door namun karena ada wabah Covid-19 ditambah anggaran direfocussing maka rencana pelayanan door to door itu untuk tahun ini ditiadakan.

Kendati demikian, Desi optimis target tersebut dapat tercapai sebelum anggaran ini berakhir. Ia mengakui, pada Desember ini banyak kendala karena nanti banyak liburnya akan tetapi pihaknya yakin jika target itu bisa terpenuhi hingga 100% sesuai target.

Ke depan untuk meningkatkan perolehan pendapatan dari pajak ini mak pihaknya akan melaksanakan program pelayanan door to door dengan menggandeng aparat pekon berdasarkan data yang ada. Melalui program itu, kata dia, pihaknya akan mendatangi dan mengingatkan masyarakat objek pajak untuk segera membayar pajak kendaraan bermotornya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar