#PBB#LAMSEL

Realisasi PBB-P2 Rendah, DBH 17 Desa di Kecamatan Palas Terancam Tidak Cair

( kata)
Realisasi PBB-P2 Rendah, DBH 17 Desa di Kecamatan Palas Terancam Tidak Cair
Dok. Lampost


Kalianda (Lampost.co) -- Sebanyak 17 desa di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terancam tidak bisa mencairkan dana bagi hasil (DBH) pajak 2022. Sebab, capaian realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) masih di bawah target 75 persen.

Kepala Kantor UPTD Pelayanan Perpajakan Kecamatan Palas, Rusli mengatakan pihaknya memastikan bagi desa yang masih dibawah target 75 persen, maka DBH pajak desa tersebut terancam tidak dicairkan. Untuk desa yang capaian realisasi PBB-P2 masih rendah untuk segera ditindaklanjuti.

"Iya, kalau realisasi PBB-P2 desa itu belum capai 75 persen, DBH pajak mereka teranc tidak bisa dicairkan. Gimana, mau dicairkam kalau capaian realisasi PBB-P2 mereka tidak tercapai," kata dia, belum lama ini.

Meski demikian, kata Rusli, sejumlah kepala desa di Kecamatan Palas sudah membuat surat pernyataan bahwa desa yang masih dibawah target telah menyanggupi akan segera menyetor PBB-P2 hingga capai target.

"Setiap desa waktu itu sudah membuat surat pernyataan akan menyanggupi hingga batas akhir tanggal 15 September 2022. Kalau tidak salah surat pernyataan itu dibuat ketika berbarengan kegiatan senam di Desa Tanjungjaya," ujarnya

Dia mengaku sama seperti tahun sebelumnya setiap desa akan mendapatkan dana DBH pajak sebesar Rp30 juta per desa. "Kalau enggak salah setiap desa bisa mencairkan DBH itu nenerapa termin. Yang jelas, kalau masih rendah DBH itu tidak bisa dicairkan," kata dia.

Untuk itu, kata Rusli, dalam rangka upaya menggenjot realisasi PBB-P2 hingga capai target 75 persen itu, pihaknya juga sudah mulai turun ke masing-masing desa untuk memberikan pemahaman secara preventif. "Ya, mudah-mudahan dengan kami turun ke desa-desa, capaian realisasi PBB-P2 itu segera naik capai target," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, desa yang masih dibawah target 75 persen, yakni Desa Bumiasih 60,36 persen, Pulaujaya 67,49 persen, Bumirestu 46,28 persen, Mekarmulya 34,53 persen, Bangunan 32,89 persen, Bumidaya 41,03 persen dan Bandanhurip 52,88 persen.

Kemudian, Desa Palaspasemah 68,96 persen, Sukaraja 45,42 persen, Baliagung 47,57 persen, Palasjaya 10,81 persen, Pematangbaru 57,13 persen, Sukamulya 9,29 persen, Tanjungsari 28,85 persen, Kalirejo 38,72 persen, Rejomulyo 48,77 persen dan Sukabakti 63,82 persen.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar