#PAD#PESISIRBARAT

Realisasi PAD Pesisir Barat 2022 Capai 13 Persen

( kata)
Realisasi PAD Pesisir Barat 2022 Capai 13 Persen
Ilustrasi diunduh Rabu, 20 Juli 2022 (Foto: Istimewa)


Krui (Lampost.co) --  Target pendapatan asli daerah (PAD) Pesisir Barat pada 2022 sebesar Rp76,9 miliar. Namun, realisasinya hingga Rabu, 20 Juli 2022, mencapai 13 persen. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pesisir Barat, Gunawan. 

Menurutnya, Bapenda tidak sepenuhnya bertanggungjawab terhadap target PAD tersebut. Sebab PAD itu terbagi tiga yaitu pajak daerah, retribusi daerah, dan lain-lain yang sah.

"Untuk pajak daerah yang bertanggungjawab memang badan pendapatan, untuk retribusi daerah itu ranahnya OPD terkait, seperti sektor pariwisata, dan pendapatan lain-lain yang sah itu ranahnya BPKAD," kata Gunawan di ruang kerja.

Menurutnya, target pendapatan dari sektor pajak daerah sebesar Rp11,5 miliar.

"Untuk realisasinya, sampai hari ini sebesar Rp4,1 miliar atau 36 persen," ujar Gunawan.

Ia menjelaskan ada sejumlah sektor pajak yang realisasinya masih nol seperti pajak air bawah tanah, pajak hiburan, dan pajak sarang burung walet.

"Seperti pajak air bawah tanah, kami targetkan Rp11 juta, ternyata semua usaha yang menggunakan air bawah tanah itu belum ada izinnya. Jadi, untuk kami memungut pajak dari sektor tersebut tidak ada legalitas yang kuat," kata Gunawan. 

Dia melanjutkan untuk realisasi pendapatan dari sektor pajak daerah yang berasal dari pajak hotel mencapai 141 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp198 juta. Kemudian, untuk pajak restoran mencapai 74 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp917 juta dan pajak reklame mencapai 71 persen dari Rp88 juta yang ditargetkan. Untuk pajak penerangan jalan PLN mencapai 61 persen dari yang ditargetkan sebesarRp3,8 miliar.

Kemudian, realisasi pajak nonlogam dan batuan sebesar 38 persen dari target Rp220 juta.

" Untuk target pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp5,6 miliar dan baru terealisasi 8 persen," ujar Gunawan. 

Untuk pajak BPHTB terealisasi 33 persen dari Rp660 juta yang ditargetkan.

Gunawan melanjutkan untuk mengejar target PBB itu, pihaknya bekerjasama dengan kejaksaan Lampung Barat.

"Alhamdulillah dari tunggakan atau piutang sebesar Rp1,8 Miliar sekarang sudah masuk sebesar Rp400 juta," ungkapnya.

Gunawan menambahkan target itu tidak tercapai karena para pelaku usaha di Pesisir Barat ini tidak siap untuk merealisasikan target sesuai potensi yang ada.

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar