#beritalampung#beritalambar#pad

Realisasi PAD Lampung Barat Baru Capai 76,52%

( kata)
Realisasi PAD Lampung Barat Baru Capai 76,52%
Kepala BPKD Lampung Barat, Okmal. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co): Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Lampung Barat Tahun Anggaran 2022 dari Januari-Oktober baru mencapai Rp56,364 miliar (76,52%) dari target yang ditetapkan sebesar Rp73,660 miliar.

Kepala BPKD Lambar Okmal, mengatakan realisasi PAD sebesar Rp56,364 miliar itu bersumber dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah.

"Realisasi PAD yang bersumber dari hasil pajak daerah terealisasi baru mencapai Rp12,103 miliar (92,83%) dari target Rp13,038 miliar," ujar Okmal, Kamis, 3 November 2022.

Sementara itu, realisasi pajak daerah itu meliputi pajak hotel terealisasi Rp86,5 juta (91,28%) dari target Rp94 juta. Kemudian pajak restoran terealisasi Rp1,394 miliar (89,20%) dari target Rp1,5 miliar. Lalu untuk pajak hiburan dari target Rp2,5 juta telah terealisasi Rp7 juta (280%). Pajak reklame terealisasi Rp92 juta (89,12%) dari target Rp103 juta lebih.

Selanjutnya pajak penerangan jalan sumber lain terealisasi Rp5,918 miliar (93,06%) dari target Rp6,360 miliar. Pajak parkir terealisasi Rp73,7 juta  (81,35%) dari target Rp90,6 juta.

Pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan terealisasi Rp4,239 miliar (98,14%) dari target Rp4,320 miliar. Lalu, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan terealisasi Rp290 juta (57,84%) dari target Rp503 juta.

Selanjutnya PAD yang bersumber dari hasil retribusi daerah terealisasi Rp1,2 miliar (53,54%) dari target Rp2,289 miliar. Realisasi PAD dari retribusi daerah ini meliputi retribusi jasa umum, jasa usaha dan perizinan tertentu.

Untuk retribusi jasa umum sampai saat ini telah terealisasi Rp618 juta (67,63%) dari target Rp914,9 juta. Retribusi jasa umum ini antara lain meliputi retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayanan pengujian kendaraan bermotor, retribusi pelayanan pasar, pelayanan kebersihan, pelayanan tera ulang dan pengendalian menara.

Lalu untuk pencapaian retribusi jasa usaha sampai akhir Oktober lalu yakni telah terealisasi Rp604 juta dari target Rp1,3 miliar (44,17%). Pencapaian ini meliputi retribusi pemakaian kekayaan daerah terealisasi Rp373,7 juta (75,55%) dari target Rp494 juta. Retribusi tempat olahraga/rekreasi Rp71,4 juta (113,07%) dari target Rp63 juta. Kemudian retribusi pasar grosir berupa penyediaan fasilitas  pertokoan baru terealisasi Rp13 juta (2,68%) dan lainnya.

Kemudian PAD yang bersumber dari retribusi perizinan tertentu baru terealisasi Rp3 juta (45,07%) dari target Rp6,8 juta. Realisasi ini antara lain retribusi IMB, retribusi izin trayek dan usaha perikanan.

Sedangkan yang bersumber dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dengan target Rp6,623 miliar hingga saat ini realisasinya telah mencapai Rp5,5 miliar (84,08%). Realisasi pendapatan ini meliputi bagian laba penyertaan modal pada perusahaan daerah.

Lalu pendapatan daerah yang bersumber dari lain-lain PAD yang sah dari target Rp51,710 miliar telah terealisasi Rp37,4 miliar. Pencapaian ini meliputi jasa giro kas daerah, pendapatan dari bunga atas penempatan uang pemerintah daerah. Kemudian pendapatan dari pengembalian atas kelebihan dari pembayaran gaji, pendapatan dari Badan Umum Layanan Daerah, penerimaan atas tuntutan ganti kerugian keuangan daerah dan lainnya.

Berdasarkan data rekapitulasi perolehan PAD yang pencapaianya baru 76,52% itu lanjut Okmal, dikarenakan masih ada Satker yang belum melaporkan realisasi pendapatannya. Kemudian ada pencapaian yang masih sangat rendah seperti retribusi jasa usaha fasilitas pasar dan pertokoan yang baru terealisasi 2,68%. Hal ini disebabkan tahun ini kondisi pasar terdampak pandemi sehingga  fasilitas pasar dan pertokoan juga sepi dan lainnya.

Namun, lanjut dia, pihaknya tetap berharap kepada semua OPD pengelola sumber PAD untuk dapat melakukan upaya secara maksimal.

"Harapan pencapaian target yang telah ditetapkan bisa bertambah bahkan mampu melebih target sebelum akhir tahun anggaran ini," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar