#PAD#Liwa#LampungBarat

Realisasi PAD Lambar Hingga September Sudah 84,86%

( kata)
Realisasi PAD Lambar Hingga September Sudah 84,86%
ILustrasi PAD Lambar (Dok. Lampost.co)

LIWA (Lampost.co) -- Realisasi PAD Kabupaten Lampung Barat TA 2018 hingga September lalu baru mencapai 84,86% atau Rp38,319 miliar dari target Rp45,153 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lampung Barat Sudarto, Minggu (14/10/2018), mengatakan jumlah pencapaian tersebut apabila dilihat dari hasil rekapitulasi perolehan PAD maka realisasi secara keseluruhan telah melebihi angka ideal. 

Akan tetapi bila dirinci perolehan per sektor maka dapat dipastikan masih ada beberapa OPD pengelola yang belum memenuhi target ideal. 

Berdasarkan data capaian PAD, beberapa dinas yang realisasi target PAD-nya masih rendah antara lain Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan. Dimana dari target Rp587,9 juta hingga saat ini baru terealisasi Rp160,1 juta (27,24%). 

Adapun sumber PAD yang dikelola oleh Dinas Koperasi UKM Lambar ini antara lain retribusi pasar grosir yang ditargetkan Rp241 juta realisasinya baru mencapai Rp3,9 juta (1,62%). Kemudian target penyewaaan tanah dan bangunan sebesar Rp300 ribu juga belum terealisasi dan retribusi pelayanan pasar kios juga baru terealisasi Rp41,6 juta (23,41%) dari target Rp177,8 juta.

Kemudian Dinas Perhubungan dari target Rp366,6 juta hingga akhir September lalu baru terealisasi Rp149juta (40,65%). Terdapat beberapa aitem target PAD yang realisasinya masih sangat rendah antara lain retribusi pengujian kendaraan bermotor (kir) oplet yakni baru terealisasi Rp157 ribu (15,00%) dari target Rp1,050 juta. Lalu pengujian kendaraan truk juga baru terealisasi 20,45% dari target Rp34 juta. 

Selain itu, Dinas Perikanan dari target PAD Rp71,6 juta hingga kini baru terealisasi Rp32,9 juta (46,04%). Dari jumlah itu, target penjualan hasil penjualan sebesar Rp70,2 juta baru terealisasi Rp32,1 juta (45,77%).

Kemudian Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata dari target Rp160,6 juta hingga saat ini baru tercapai Rp89,9,6 juta (55,98%).
Terdapat beberapa aitem target PAD yang belum terealisasi di Dinas Pariwisata ini yaitu target PAD yang bersumber dari sewa lapangan Pemda dan sewa lapangan tenis masing-masing dengan target sebesar Rp2,5 juta.

Kemudian usaha jasa wisata dari perahu karet di kawasan wisata Lumbok Seminung dengan target Rp940 ribu juga masih nol.

 

Eliyah

Berita Terkait

Komentar