#kppn#metro

Realisasi Belanja Kementerian/Lembaga Wilayah Kerja KPPN Metro Capai 71%

( kata)
Realisasi Belanja Kementerian/Lembaga Wilayah Kerja KPPN Metro Capai 71%
Total pagu dan realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sampai dengan akhir Triwulan III 2021 KPPN Metro. Dok KPPN Metro


Metro (Lampost.co) -- Realisasi Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sampai dengan akhir Triwulan III 2021 pada satuan kerja Instansi vertikal mitra kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Metro yang mencakup wilayah Kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Lampung Timur melampaui target yang ditetapkan, yaitu 70%. Sampai dengan 30 September 2021, total belanja K/L pada satker mitra KPPN Metro mencapai 71,70% atau sebesar Rp574,86 miliar dari total pagu belanja K/L yang dikelola KPPN Metro Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp801,7 miliar.

Persentase realisasi belanja bantuan sosial yang mencapai 85,18% menjadi jenis belanja dengan persentase tertinggi, diikuti oleh belanja pegawai sebesar 78,14%. Sedangkan belanja barang baru mencapai 66,01% dan belanja modal menjadi jenis belanja dengan persentase terendah yang baru mencapai 34,27%. Rendahnya belanja modal dikarenakan beberapa pekerjaan khususnya pekerjaan konstruksi masih dalam proses penyelesaian yang ditargetkan seluruhnya selesai sampai dengan akhir tahun ini.

Baca: KPPN Metro Gelar Rakor Manajerial Persiapan Implementasi SAKTI

 

Walaupun realisasi belanja K/L melampaui target yang telah ditetapkan, total realisasi APBN yang dikelola KPPN Metro sebagai kuasa bendahara umum negara di daerah masih dibawah target sebesar 70%. Hal ini disebabkan realisasi belanja transfer daerah yang baru mencapai 60,76% yaitu sebesar Rp517,16 miliar dari total pagu belanja transfer daerah sebesar Rp851,12 miliar. Sehingga total keseluruhan pagu yang dikelola KPPN Metro baru mencapai 60,76% yaitu sebesar Rp1,09 triliun dari total pagu sebesar Rp1,65 triliun.

Belanja transfer daerah pada KPPN Metro terdiri dari Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk Kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Lampung Timur serta penyaluran dana desa untuk Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Timur. Penyaluran DAK Fisik yang baru mencapai 27,59% menjadi penyebab rendahnya realisasi belanja transfer daerah meskipun penyaluran dana desa mencapai 75,09%.

Persentase realisasi penyaluran DAK Fisik terendah berasal dari Kabupaten Lampung Tengah sebesar 23,09% dengan nilai Rp22,2 Miliar, sedangkan persentase realisasi DAK Fisik tertinggi berasal dari Kota Metro sebesar 48,69% dengan nilai Rp21,7 miliar. Untuk persentase realisasi penyaluran DAK Fisik Kabupaten Lampung Timur sendiri baru mencapai 23,17% dengan nilai Rp26,8 miliar.

“Penyaluran DAK Fisik yang baru mencapai Rp70,8 miliar dari total pagu sebesar Rp256,67 miliar membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah, dan Lampung Timur. KPPN Metro akan segera berkoordinasi dengan ketiga Pemerintah Daerah untuk melakukan percepatan realisasi karena saat ini sudah memasuki Triwulan IV,” konfirmasi dari Kepala KPPN Metro, Tejo Prakosa.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar