#Razia#Penyakit#Masyarakat#Krui

Razia Polsek Pesisir Tengah Jaring 5 Wanita Tanpa Identitas

( kata)
Razia Polsek Pesisir Tengah Jaring 5 Wanita Tanpa Identitas
Operasi cipta kondisi yang digelar aparat polsek Pesisir Tengah, Kamis (24/11/2018) (Dok. Polsek Pesisir Tengah/Lampost)

KRUI (Lampost.co) --  Aparat Polsek Pesisir Tengah kembali menggelar razia gabungan dengan kekuatan Personil sebanyak 45 orang. Terdiri 31 Personil Polsek Pesisir Tengah, 4 Personil TNI, 10 Personil Pol PP Wanita Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu (24/11/2018) pukul 17.00.

Kegiatan Operasi Cipta Kondisi dipimpin oleh Kapolsek Pesisir Tengah Kompol. M. Daud, didampingi Lurah Pasar Kota Krui Sartono.

Dalam razia tersebut pihakya menjaring enam wanita tanpa identitas, kendaraan tanpa plat nomor, dan botol bekas miras. 

"Pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi ini untuk menertibkan penyakit masyarakat, pasangan mesum, hubungan seksual menyimpang, hubungan diluar nikah, C3, Peredaran Narkoba, menekan peredaran Bahan peledak, Senjata Api Ilegal dan Senjata Api Rakitan menjelang Natal dan Tahun baru," kata dia, Minggu (25/11/2018).

Menurutnya, kegiatan ini masih dalam rangka operasi waspada krakatau 2018 di Kabupaten Pesisir Barat. Sasaran pada razia kali ini adalah tempat indekos atau tempat tinggal yang disinyalir menjadi tempat pasangan mesum, seksual menyimpang atau hubungan diluar nikah, peredaran Narkoba, serta tempat tinggal pelaku kejahatan C3 dan pelaku teror di Wilayah Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat.

"Razia Penyakit Masyarakat (pekat) ini dilaksanakan Untuk ketiga kalinya sebagai cipta kondisi menciptakan situasi kamtibmas yang aman, serta untuk mendukung jargon Kabupaten Pesisir Barat sebagai Negri Para Ulama dan Saibatin," kata dia.

Dari tujuh lokasi indekos personil gabungan menjaring enam wanita dari luar Kabupaten yang ditemukan dalam satu kamar didua lokasi kos - kosan dan tidak bisa menunjukkan KTP. Kemudian dua kendaraan bermotor tanpa Nomor Polisi dan surat kendaraan, serta menemukan bekas botol minuman keras.

Yon Fisoma

Berita Terkait

Komentar