#razia#satpolpp#lampura#beritalampung

Razia Pekat, Satpol PP Lampura Jaring Tiga Pelajar dan Guru Honorer

( kata)
Razia Pekat, Satpol PP Lampura Jaring Tiga Pelajar dan Guru Honorer
Kasatpol PP Lampura Doni F Fahmi memberikan keterangan terkait Operasi Pekat yang berhasil mengamankan empat pelajar dan satu oknum guru, Selasa (15/1/2019). (Foto:Lampost/Fajar Nofitra.)

KOTABUMI (Lampost.co)--Sebanyak lima warga di Lampung Utara terjaring razia pekat (penyakit masyarakat) yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (15/1/2019). Mereka terdiri dari satu oknum guru dan tiga pelajar yang digelandang ke kantor Satpol PP setempat untuk didata dan diberikan arahan, agar hal sama tidak terulang pada kemudian hari.

"Ini salah satu tindak lanjut instruksi Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. Dalam mengantisipasi penyakit masyarakat di daerah yang kami anggap rawan atas aksi tersebut. Ini sifatnya adalah pembinaan dalam kegiatan rutin kami," kata Kasatpol PP Lampura Donny F Fahmi.

Berdasarkan informasi dari warga itu, kata dia, Islamic Center Kotabumi kerap dijadikan tempat terjadinya tidak asusila atau penyakit masyarakat lainnya. Oleh karena itu, pihaknya melakukan operasi di sana dan berhasil menjaring tiga pelajar yang membolos dan guru honorer disinyalir sedang berduaan dengan pacarnya. 

Lebih miris lagi, ujar Kasatpol PP, dalam ponsel pelajar itu ditemukan ada video porno dengan jumlah tidak sedikit. Sehingga itulah yang disinyalir membuat mereka sampai membolos, hanya untuk menonton hal yang tidak seharusnya dilakukan pelajar tersebut.

Pihaknya ke depan tidak hanya melaksanakan sidak atau operasi yang menjadi rutinitas selama ini, dalam mengantisipasi perilaku menyimpang masyarakat. Akan tetapi ke depan lebih mengedepankan sosialisasi ke sekolah-sekolah. 

"Ke depan, kami akan sosialisasi mulai dari permasalahan narkoba, sek bebas di kalangan pelajar, serta membuat kegiatan positif agar tidak mudah membolos sekolah," kata dia.

Fajar Nofrita*

Berita Terkait

Komentar