#pajakkendaraan#razia#satlantas#beritalamsel

Razia Gabungan Satlantas Polres Lamsel-Dispenda Jaring Puluhan Kendaraan

( kata)
Razia Gabungan Satlantas Polres Lamsel-Dispenda Jaring Puluhan Kendaraan
Satlantas Polres Lampung Selatan, Dispenda Provinsi Lampung dan Jasa Raharja menggelar razia gabungan di tepi Jalinsum depan GOR Way Handak, Selasa (30/7/2019). Foto: Juwantoro

KALIANDA (Lampost.co) -- Razia gabungan antara Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Selatan bersama Dispenda Provinsi Lampung serta Jasa Raharja, menjaring puluhan kendaraan bermotor karena telat membayar pajak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, dari razia hari pertama yang dilaksanakan di Jalinsum Kalianda tepatnya di depan GOR Way Handak, Senin (29/7/2019), tercatat 17 pengendara yang langsung melunasi pajak kendaraan bermotornya (PKB).

Kapala UPTB Wilayah II Samsat Kalianda Agustami, mengatakan razia gabungan ini tujuannya untuk melakukan pendataan potensi PKB diwilayah kerjanya. “Tujuan utamanya untuk melakukan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan melakukan pengecekan Sumbangan Wajib Dana Kecelakan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dikeluarkan oleh Jasa Raharja," ujar dia, Selasa (30/72019).

Hal senada dikatakan Kasi Penagihan dan Penerimaan Pajak Samsat Kalianda Zen. Menurut dia, dalam giat tersebut pihaknya langsung menghadirkan mobil Pelayanan Samsat Keliling. Bahkan, petugas langsung meminta pengendara melunasi tungakan PKB yang kendaraannya telat pajak. "Alhamdulillah razia hari pertama dari sekitar 60 pengendara yang terjaring razia, ada sekitar 17 pengendara yang tadi langsung membayar di lokasi. Sementara, lainnya kita minta membuat surat pernyataan diatas materai, agar segera melunasi tunggakkannya," kata Zen Smith.

Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Kasyfi Mahardika menyatakan sasaran giat razia kendaraan bermotor adalah pelanggaran kasat mata dan kendaraan yang menunggak pajak. "Dalam razia gabungan ini, kita lakukan tilang juga terhadap pengedara yamg tidak memakai helm dan tidak ada kaca spion," ujar Kasyfi.

Juwantoro

Berita Terkait

Komentar