#GEMPAMALANG#GEMPABUMI

Ratusan Warga Wirotaman Malang Mengungsi di Sejumlah Tenda Darurat

( kata)
Ratusan Warga Wirotaman Malang Mengungsi di Sejumlah Tenda Darurat
Kawasan terdampak gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu siang 10 April 2021. Dokumentasi/ istimewa.


Malang (Lampost.co) -- Ratusan warga Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengungsi di sejumlah tenda darurat usai dilanda gempa, Sabtu 11 April 2021. Mereka mengungsi lantaran rumah mengalami kerusakan.

Kepala Desa Wirotaman, Ahmad Sholeh, mengatakan berdasarkan laporan yang diperoleh, sebanyak 150 rumah milik warga roboh akibat gempa. Selain itu ada sebanyak 400 rumah mengalami rusak berat dan sekitar 500 rumah mengalami rusak ringan.

"Rumah yang terdampak ada ratusan. Satu orang meninggal dunia, lima orang luka sedang dan untuk yang luka ringan masih belum dihitung. Artinya yang luka ringan tidak sampai dibawa ke polindes (poliklinik desa)," kata Sholeh saat dikonfirmasi, Minggu 11 April 2021.

Pihak Desa Wirotaman beserta sejumlah relawan dari personel gabungan membangun beberapa tenda darurat. Ratusan warga yang mengungsi ditempatkan di area terbuka.

"Tidak ada warga yang berdiam di dalam rumah. Sebab masih waspada ada gempa susulan. Ini warga bersama sejumlah relawan dan petugas masih bersiaga. Saat ini yang menempati tenda darurat ada ratusan. Kalau 400 orang ada," jelasnya.

Sebelumnya aliran listrik di kawasan tersebut sempat mati sesaat setelah gempa terjadi. Namun listrik sudah mulai kembali hidup sejak sekitar pukul 18.00 WIB.

"Kalau akses jalan alhamdulillah tidak ada yang terputus. Dan listrik sudah mulai kembali menyala sejak maghrib atau jam 6 tadi," ungkapnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengaku merasakan getaran gempa lantaran tengah berkunjung ke Malang kemarin. Usai merasakan gempa, Emil langsung berkoordinasi dengan BMKG.

"Alhamdulilah tidak ada potensi tsunami, akan tetapi harus waspada, tak lupa moment ini juga kita jadikan untuk mencoba kehandalan early warning sistem saat tsunami apakah berfungsi dengan baik atau tidak," kata Emil.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah melakukan langkah koordinasi dengan BPBD Provinsi, dan BPBD Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Pemetaan telah dilakukan.

"Saya mendengar ada kerusakan rumah dan fasilitas sekolah yang di Malang Selatan tadi, saya sendiri baru melihat dalam bentuk tulisan, belum melihat dalam bentuk survey gambar jadi saya dalam posisi belum dapat berkomentar untuk saat ini," ujar Emil.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan lebih dari 300 rumah di Jawa Timur rusak ringan hingga berat. Ratusan tempat tinggal itu terdampak gempa magnitudo 6,1.

"Data BNPB hari ini, Sabtu, 10 April 2021 pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan tertulis.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar