#Unras#Demo#Penambangan#GAK

Ratusan Warga Unjuk Rasa Tolak Penambangan Pasir GAK

( kata)
Ratusan Warga Unjuk Rasa Tolak Penambangan Pasir GAK
Ratusan warga Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa berunjukrasa terkait penolakan penambangan pasir yang dilakukan PT.LIP, Selasa, 26 November 2019, di Dermaga Desa Tejang, Pulau Sebesi. (Foto Dok. warga)

Kalianda (Lampost.co) -- Ratusan warga Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa,  Kabupaten Lampung Selatan berunjuk rasa, Selasa, 26 November 2019. Mereka menolak penambangan pasir laut di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, aksi unjuk rasa ratusan warga itu berlangsung di Dermaga Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lamsel. Mereka menolak upaya penambangan yang dilakukan PT. Lautan Indah Persada (PT.LIP)

Ramli (36), salah satu pengunjukrasa mengatakan masyarakat menolak penambangan pasir dan meminta pihak terkait mencabut izin penambangan yang dimiliki PT LIP. Bahkan, masyarakat mengancam untuk membakar kapal milik PT LIP jika masih melakukan penambangan pasir di sekitaran Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Unjuk rasa ini merupakan bentuk penolakan warga Desa Tejang Pulau Sebesi terhadap kegiatan penambangan yang dilakukan oleh PT LIP. Warga juga menuntut pihak terkait agar mencabut izin penambangan PT. LIP dan warga akan membakar kapal milik PT LIP jika masih melakukan penyedotan pasir di sekitaran GAK," katanya.

Hal senada dikatakan tokoh pemuda Desa Tejang Pulau Sebesi yakni Rohman (38). Menurut dia,  sekitar 300 warga Desa Tejang Pulau Sebesi ikut unjuk rasa dengan menggunakan pengeras suara dan membentangkan spanduk atau kertas kardus bertuliskan penolakan terhadap penambangan pasir laut di sekitaran GAK.

"Kurang lebih 300 orang dengan membawa spanduk dan pengeras suara. Kami akan terus melakukan aksi sampai PT. LIP menghentikan aktivitas penambangan pasir," katanya.

Sementara itu, Kepala Sektor (Kapolsek) Kalianda IPTU Dedi Suhendi menyatakan akan mendampingi aksi unjuk rasa masyarakat karena dikhawatirkan akan terjadinya tindak anarkis.

"Kami dan personil Koramil Kalianda akan mengawasi aksi warga agar tidak melakukan tindakan yang tidak di inginkan," tegasnya.

Akhirnya, masyarakat pun membubarkan diri dengan tertib setelah beberapa perwakilan masyarakat dengan dikawal Polsek Kalianda mengecek dan memastikan jika kapal penambang pasir milik PT.LIP tersebut sudah tidak ada lagi sekitaran GAK.

Abdul Gafur

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar