PKHkpm

Ratusan Warga Sragi Keluar Sebagai Penerima PKH

( kata)
Ratusan Warga Sragi Keluar Sebagai Penerima PKH
Ilustrasi. Google images

Kalianda (Lampost.co) -- Sepanjang 2020, ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, keluar dari kepesertaan program Kemensos atau disebut graduasi. Mereka keluar karena merasa sudah mampu, dan tidak layak lagi menerima bantuan Kemensos.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Sragi, Rukiman saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa, 8 September 2020. Dia mengatakan hingga saat ini sekitar 200 KPM PKH di Kecamatan Sragi keluar dari kepesertaan PKH atau disebut graduasi.

"Jadi, Graduasi KPM PKH yang terjadi di Kecamatan Sragi ini meliputi tiga jenis, yakni graduasi alami, graduasi sejahtera dan graduasi mandiri. Secara keseluruhan ada sekitar 200 KPM yang keluar atau tidak menerima bantuan PKH dari Kemensos," kata dia.

Menurut Rukiman, graduasi alami itu merupakan KPM PKH yang keluar dari kepesertaan PKH karena sudah tidak terpenuhinya kriteria atau komponen kepsertaan. Kemudian, graduasi sejahtera karena kondisi ekonomi KPM PKH sudah mampu dan tidak layak menerima bantuan Kemensos.

"Sedangkan, graduasi mandiri karena startegi trasformasi kepesertaan dan pendampingan dari SDM PKH. Namun, seingat saya hanya graduasi sejahtera yang mencapai 40 KPM," kata dia.

Disamping itu, Rukiman mengatakan pihaknya berharap kepada Pemerintah Desa di Kecamatan Sragi supaya dapat menerapkan pelabelan tanda khusus bagi rumah KPM PKH. Sebab, sejauh inu baru lima desa yang sudah melakukan labelisasi tersebut.

"Baru Desa Bandaragung, Kualasekampung, Baktirasa, Sumberagung, dan Mandalasari yang telah melaksanakan labelisasi tanda khusus bagi rumah KPM PKH. Hal ini sebagai bentuk transparasi terhadap bantuan dari Kemensos dan supaya masyarakat luas tahu siapa saja penerima bantuan PKH," kata dia. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar