#lapas#bandarlampung

Ratusan Warga Lapas Narkotika Bandar Lampung Ikut Program Rehabilitasi

( kata)
Ratusan Warga Lapas Narkotika Bandar Lampung Ikut Program Rehabilitasi
Sebanyak 500 warga binaan lapas narkotika Bandar Lampung mengikuti rehabilitasi sosial di LP Narkotika Way Huwi, Lampung Selatan, Senin, 31 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/MTVL/Andi Apriadi)


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Narkotika Kelas 2A Bandar Lampung, mengikuti program kegiatan rehabilitasi sosial 2022, Senin, 31 Januari 2022.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Porman Siregar menjelaskan program rehabilitasi bagi para warga binaan ini, bagian dari upaya penyembuhan ketergantungan terhadap narkoba dan mengubah pola hidup menjadi warga binaan yang produktif agar tidak kembali masuk ke jurang narkoba. 

"Rehabilitasi sosial berupa aktivitas olahraga, keagamaan, konseling kelompok hingga edukasi dampak dari penyalahgunaan narkoba," jelasnya. 

Porman mengatakan pentingnya rehabilitasi sosial diikuti 500 warga binaan dengan sungguh-sungguh. Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, juga dapat meningkatkan kesehatan mental dan spiritual.

“Para warga binaan ini harus disusupi dengan nilai agama dan nilai ibadah untuk meminimalisir terhadap penyakit apa saja yang ada di tubuhnya. Selain itu kembali kepada dirinya dengan agama yang kuat, saya yakin mereka akan berubah," ujarnya. 

Selain menanamkan ilmu spiritual, lanjut Porman, kegiatan rehabilitasi di Lapas ini juga akan menambah jadwal kegiatan fisik warganya, salah satunya dengan rajin berolahraga dan berjemur.

“Ini efektif juga, sehingga selain untuk pencegahan covid-19, olahraga dan berjemur pada jam 9 sampai 11 siang, juga sebagai terapi penyembuhan penyalahgunaan narkoba ini,” paparnya. 

Baca juga: Warga Lapas Narkotika Kelas II A Asah Keterampilan Pengelasan

Porman menuturkan, kegiatan rehabilitasi sosial itu dibagi menjadi dua tahapan, dimulai Januari-Juni 2022 untuk 250 WBP dan sebagiannya lagi 250 WBP pada Juli-Desemberi 2022. itu merupakan persiapan Lapas dalam hal membentuk pribadi baru para warga binaan.

“Sehingga yang nantinya keluar dari sini sudah siap dengan pengaruh lingkungan yang ada di luar. Kita persiapkan agar mereka tidak kembali lagi,” ungkapnya.

Dari sebanyak 1.024 penghuni Lapas Narkotika hanya 500 WBP yang diberikan kuota rehabilitasi sosial, dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung dan Yayasan Wisma Ataraxis Abdul Aziz sosial di Lampung Selatan.

“Kami ada aksesor dari luar mereka yang nantinya menentukan, WBP tersebut bisa apa nggak direhabilitasi. Semua boleh ikut, tidak dilihat dari seberapa lama atau berat hukumannya, yang terpenting mereka punya kemauan dan kepercayaan diri. Sehingga, harapan saya peserta memanfaatkan untuk mengikuti seluruh kegiatan ini,” pungkasnya.

Diketahui, dari besarnya kapasitas Lapas Narkotika untuk 668 warga binaan. Per 31 Januari 2022, diisi sebanyak 1.024 WBP. Sehingga terjadi over kapasitas sebanyak 53%.


 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar