#snmptn#humaniora

Ratusan Sekolah di Lampung Terancam Tidak Ikut SNMPTN

( kata)
Ratusan Sekolah di Lampung Terancam Tidak Ikut SNMPTN
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jumlah sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di Lampung yang terancam tidak bisa mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNMPTN) 2020 mencapai 150. Penyebabnya, karena sekolah belum menyimpan data permanen pada akun lembaga tes masuk perguruan tinggi (LTMPT).

Hal itu diungkapkan Humas penerimaan mahasiswa baru (PMB) Unila M Komarudin, Senin, 6 Januari 2020. Dia menjelaskan ada beberapa sebab akun sekolah belum terdaftar, seperti data belum disimpan secara permanen sehingga dianggap belum final. Selain itu, juga bisa disebabkan akreditasi sekolah yang belum disesuaikan dalam data data pokok pendidikan (dapodik).

"Ada beberapa hal yang membuat gagal, di antaranya data belum final. Atau data sudah final tetapi terkendala beberapa hal, misalkan belum ada sertifikasi sekolah karena belum melakukan sinkronisasi," kata Komar saat ditemui di ruang kerjanya.

Dia menambahkan sekolah wajib menyimpan permanen jika sudah memasukkan data pada akun LTMPT. Dengan demikian, data tak bisa diubah dan dianggap final.

"Tapi, jika belum menyimpan permanen, berarti data belum dianggap final. Hal itu dikhawatirkan tidak bisa mengikuti SNMPTN," ujarnya.

Terkait hal itu, pihaknya mengimbau sekolah agar segera melakukan simpan permanen. Selain itu, ia juga meminta sekolah melakukan sinkronisasi dapodik dan pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS). Kedua hal itu agar akun LTMPT bisa terverifikasi.

"Hal itu kan merugikan sekolah dan siswa. Karena kalau tidak simpan permanen, dikhawatirkan tidak bisa mengikuti SNMPTN tahun ini," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar