#Covid-19lampung

Ratusan Pelanggar Prokes Disanksi

( kata)
Ratusan Pelanggar Prokes Disanksi
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung, Muhammad Zulkarnain. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ratusan pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi tegas oleh jajaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung dan Kabupaten/Kota semakin gencar melakukan operasi yustisi penegakan hukum Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020 di tempat keramaian. Hal tersebut sebagai upaya memutus rantai penularan covid-19.


Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga telah membuat aturan yang tegas. Jika ada kegiatan melanggar aturan, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 3 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019. Di Kota Bandar Lampung, Wali Kota Herman HN telah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan pembatasan waktu operasional kegiatan usaha, dalam upaya pengendalian virus Corona dan adaptasi kebiasaan baru. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 440/133/IV.06/2021 tentang pembatasan jam operasional kegiatan usaha.


"Kami jajaran TNI/POLRI dan Satpol PP terus gencar dan rutin melakukan operasi yustisi. Kami akan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan dan mengabaikan aturan hukum serta peraturan perundang-undangan," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung, Muhammad Zulkarnain, Selasa, 2 Februari 2021.


Berdasarkan laporan kegiatan harian penegakan protokol kesehatan, Selasa, 2 Februari 2021 di Lampung ada ratusan pelanggar yang diberikan tindakan. Di Pintu Gerbang Pemda Tanggamus tim memberikan sanksi bagi pelangggar berupa 170 orang teguran lisan, 18 orang pernyataan tertulis, dan 12 orang hukuman fisik push up dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.


"Kemudian di Jalan Lintas Barat Rest Area Kecamatan Pugung Tanggamus ada pelanggar yang diberi sanksi teguran lisan 170 orang, teguran tertulis 16 pernyataan, hukum fisik pushup dan menyanyikan Indonesia Raya ada 15 orang," ujarnya.


Di Tulangbawang Barat tim gabungan dari Satpol PP, TNI, Polres, Dinkes, Dishub, BPBD dan staf kecamatan melakukan operasi dengan hasil tindakan fisik push up 5 orang, nyanyi lagu nasional 2 orang, teguran lisan 10 orang, mengucap Pancasila 1 orang. Kemudian di Kabupaten Lampung Barat jajaran personil TNI/POLRI dan Satpol PP melakukan giat operasi yustisi penegakan protokol kesehatan covid-19 di depan pintu gerbang Pemerintah Kabupaten setempat.


"Di Pasar Sentral dan Kecamatan Abung Selatan Lampung Utara terdapat 18 pelanggar disanksi pushup dan nyanyi lagu nasional. Setelah melaksanakan hukuman tim memberikan masker pada pelanggar," katanya.


Di Pringsewu, satgas melakukan giat di pasar sukoharjo dan hajatan warga. Giat penegakan protokol kesehatan tersebut memberikan teguran lisan dan sanksi sosial. Ada 50 orang pelanggaran yang terjadi dan sebagian besar tidak mengenakan masker. Kemudian di Metro melakukan penandatanganan kontrak baru bagi 114 personil dan pembagian SK Kontrak Baru Satpol PP dan Damkar.


Di Lampung Tengah, operasi yustisi digelar di Kecamatan Seputih Raman dan Punggur. Di Way Kanan tim satgas melakukan sosialisasi penegakan protokol kesehatan dan memberikan sanksi sosial kepada pelanggar di pasar Way Tuba. Di Tulang Bawang tim melakukan rapat koordinasi dan evaluasi tim patroli satgas covid-19. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar