#beritalampung#beritadaerah#lampung#gunungsugih

Ratusan Pelanggar Lalu Lintas di Lamteng Terjaring dalam 4 Hari Operasi Patuh

( kata)
Ratusan Pelanggar Lalu Lintas di Lamteng Terjaring dalam 4 Hari Operasi Patuh
Ops Patuh Kraktau Polres Lamteng 2019. foto dok humas polres

GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Ratusan pelanggar lalu lintas terjaring dalam Operasi Patuh Krakatau 2019 yang digelar Polres Lampung Tengah dalam empat hari terakhir.

Kasatlantas Polres Lamteng AKP Padil mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma mengatakan, selama empat hari pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2019, dari Kamis (29/08/2019) sampai hari Senin (02/09/2019), petugas Satlantas Polres Lamteng telah menindak sebanyak 431 pelanggar dengan menggunakan blanko tilang.

"Selain itu sebanyak 63 pengendara mendapat teguran. Dari ratusan penindakan, polisi mengamankan barang bukti berupa 135 SIM, 290 STNK, dan enam unit kendaraan roda dua," ujarnya, Senin 2 September 2019.

Pada hari pertama, pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2019 dilakukan di Jalinsum (jalan lintas Sumatra), Simpang Pepadun Gunung Sugih, Kecamatan Gunungsugih Kabupaten Lampung Tengah. Hari kedua Operasi Patuh Krakatau 2019, pelaksanaannya dilakukan di tiga tempat yang berbeda di wilayah hukum Polres Lampung Tengah. 

“Pelanggar lalu lintas yang kami tindak, didominasi oleh pelanggaran yang tidak mengunakan helm SNI dan tidak menggunakan safety belt,” ungkap AKP Padil.

Selain melakukan penindakan kepada pelanggar, Satlantas Polres Lampung Tengah juga melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah dalam program Road go to School, guna memberikan edukasi atau pendidikan kepada para siswa. Sekolah yang dikunjungi diantaranya SMA Poncowati, Seputih Banyak dan Seputih Mataram serta SMA Gunung Sugih.

Operasi Patuh Krakatau 2019 masih akan berlangsung selama  10 hari lagi, untuk itu Kasatlantas mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk senantiasa menaati peraturan dalam berlalu lintas dan menggunakan helm SNI untuk pengedara R2 serta menggunakan safety belt untuk pengendara R4 maupun R6.

"Stop pelanggaran stop kecelakaan. Keselamatan untuk kemanusiaan," tutup Kasatlantas.

Wahyu Pamungkas



Berita Terkait



Komentar