#internasional#virus-korona#wuhan

Ratusan Pasien Korona di Wuhan Sembuh

( kata)
Ratusan Pasien Korona di Wuhan Sembuh
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.


WUHAN (Lampost.co): Seorang pasien terpapar virus korona dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Kota Wuhan, Tiongkok. Huang, 23, divonisterinfeksi virus korona setelah tidak kunjung pulih dari gejala yang menyerupai flu.

"Saya demam pada 28 Desember 2019 dan 2 Januari 2020. Saya periksa ke RS Union lalu dipindah ke RS Jinyintan, tempat perawatan pasien virus korona. Saya tidak bisa menggerakkan tubuh dan harus menghirup oksigen terus-menerus. Kesembuhan saya yang cepat dibantu oleh usia yang masih muda dan perawatan cermat. Saya orang pertama yang pulih," kata Huang dalam wawancaranya dengan outlet berita Tiongkok, Pear, seperti dikutip Daily Mail, Selasa, 28 Januari 2020.

Selain Huang, hingga tadi malam, pasien korona yang sembuh di Wuhan dan sekitarnya sudah mencapai 110 orang. Kesembuhan mereka bergema ke seluruh kota dan membuat warga Wuhan saling menyemangati di tengah wabah mematikan itu. Sebagaimana pengakuan Ayu Larasati, mahasiswa Indonesia di Wuhan, melalui akun Instagram @ayulrast.

"Masya Allah, terharu sekali malam ini. Tepat pukul 21.15 ga sengaja buka jendela, banyak banget teriakan dari warga Wuhan yang bilang Wuhan jiayou yang artinya 'Semangat Wuhan!' Seketika merinding campur haru," tulis dia.

Menurut Ayu, sekitar 90 mahasiswa Indonesia di Wuhan dalam keadaan sehat. Dia mengharapkan doa dari masyarakat di Tanah Air.

Mahasiswa Indonesia lain, Gerard Ertandy, juga bercerita kepada Metro TV tadi malam. "Kami di sini sehat. Kami pun tahu rencana pemerintah melakukan evakuasi. Namun, itu tidak mudah. Kami menjadi optimistis ketika beredar berita penduduk Wuhan berteriak saling menyemangati. Intinya kami tetap menjaga kebersihan dan memakai masker."

Spesialis penyakit dalam dari RSCM, Adityo Susilo, menyatakan penyebaran virus korona memang cepat, tetapi jumlah kasus kematiannya tidak setinggi SARS pada 2002-2003. Wabah penyakit itu menewaskan 777 orang. Selain itu, ada juga wabah MERS yang menewaskan 858 orang pada 2012-2013.

"Penting sekali dipahami. Mungkin dia bikin sakit, tetapi untuk membuat pasien meninggal ternyata tidak setinggi SARS dan MERS. Bukan berarti kita cuek. Kita tetap waspada," kata dia.

Senada Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandriyo mengamini pernyataan Adityo. Menurut dia, 80 persen orang terinfeksi SARS akan meninggal. Sementara 30 hingga 40 persen orangorang terpapar MERS juga meninggal.

"Dari situ kita bisa melihat virus korona tidak seganas SARS dan MERS. Sebagian besar yang meninggal berusia di atas 40 tahun dan memiliki penyakit lain," kata dia.

Menkes Terawan Agus Putranto sebelumnya menegaskan penanganan WNI di Wuhan menjadi tanggung jawab otoritas setempat. Sebanyak 243 WNI di Wuhan dan semuanya dalam kondisi sehat.

Menlu RI Retno Marsudi membuka opsi evakuasi WNI di Wuhan. Namun, karena Tiongkok menutup wilayah, evakuasi perlu dibahas dengan Tiongkok dan tidak bisa langsung dilakukan.

KBRI di Beijing tidak berhenti menyuplai logistik, obat-obatan, dan mengupayakan evakuasi WNI. Menurut KBRI, kini terdapat 243 WNI di Wuhan dan sekitarnya. "Kondisi mereka baik. Semua kebutuhan terpenuhi," demikian pernyataan Kemenlu RI.

Sementara itu, TNI-AU menyiapkan tiga pesawat untuk mengevakuasi WNI dari Wuhan dan sekitarnya. Selain tiga pesawat, TNI-AU juga menyiapkan petugas medis ketika evakuasi terlaksana.

 

Bambang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar