#pialadunia2022

Ratusan Miliar Rupiah untuk Piala Dunia U-20, Kualitas Rumput GBT Belum Standar FIFA

( kata)
Ratusan Miliar Rupiah untuk Piala Dunia U-20, Kualitas Rumput GBT Belum Standar FIFA
Sejumlah petugas mengupas rumput yang lama di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Surabaya untuk diganti dengan rumput yang baru sesuai standar FIFA menjelang Piala Dunia U-20. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)


Surabaya (Lampost.co) -- DPRD Kota Surabaya mempertanyakan kualitas rumput di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kota Pahlawan, Jawa Timur, yang dinilai Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) belum memiliki kualitas standar sepakbola jelang Piala Dunia U-20.

Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya Agung Prasodjo mengatakan Pemkot Surabaya menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah untuk persiapan Piala Dunia U-20 pada 2023.

"Bukankah pembangunannya (GBT) untuk memenuhi standar FIFA?. Lalu kenapa saat ini kualitasnya masih dianggap belum memenuhi standar FIFA?," kata Agung, Senin, 26 September 2022.

Baca juga: Bacuya Maskot Piala Dunia U-20 di Indonesia

Menurut dia, kontraktor pelaksana pembangunan Stadion GBT harus bertanggung jawab, termasuk rumput Stadion Gelora 10 Nopember (GN10) yang jauh dari standar FIFA. 

Hal itu, lanjut dia, perlu ditekankan lagi agar penyelenggaraan Piala Dunia di Surabaya pada 2023 bisa maksimal.

"Saya berharap Pemkot bisa melakukan pembangunan kembali sekitar area lapangan latihan A hingga C sehingga offisial tidak sibuk memungut bola di selokan samping lapangan latihan," kata Agung.

Selain itu, kata dia, pihaknya meminta Pemkot Surabaya untuk melakukan audit ulang pekerjaan kontraktor pelaksana GBT, GN10 dan lapangan THOR menyusul informasi rumput di stadion tersebut jauh dari standar FIFA

Terakhir, agar tidak menghambur-hamburkan uang lagi, pihaknya berharap upaya perbaikan stadion mendatang harus mendapatkan pendampingan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Federasi Sepakbola Asia (AFC).

"Semua itu agar bisa memenuhi kualifikasi yang diharapkan FIFA," kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar