#maulid#santri#beritalampung

Ratusan Mahasantri Meriahkan Maulid Nabi dengan Pawai Obor

( kata)
Ratusan Mahasantri Meriahkan Maulid Nabi dengan Pawai Obor
Foto: Lampost.co/ Firmanu Luqmanulhakim

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ratusan Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung merayakan momentum Maulid Nabi dengan pawai obor pada Kamis malam, 21 November 2019. 

Ketua pelaksana acara, Jefri Itman Yusup mengatakan kegiatan digelar sebagai wujud rasa syukur atas lahirnya nabi yang sangat dinanti-nanti syafaat pertolongannya.

Acara ini diikuti oleh segenap mahasantri baik putera maupun puteri. "Sebagian peserta memegang obor sebagai simbol bahwa santri adalah agen yang selalu istiqamah merawat tradisi kearifan lokal yang sangat bernilai budaya nusantara dan luhur," kata dia dalam rilis yang diterima Lampost.co, Jumat 22 November 2019.

Kegiatan pawai obor Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Intan Lampung disambut hangat oleh masyarakat sekitar pesantren kampus. Mereka yang mendengar shalawat berdendang dengan diiringi alunan musik hadrah turut keluar rumah atau sekedar membuka pintu guna melihat semarak kemeriahan pawai obor.

Menurut Jefri momentum maulid ini adalah wujud kegembiraan kita kepada Nabi Muhammad SAW. “Seperti yang kita saksikan bahwa dalam peringatan maulid, Indonesia selalu menjadi yang terdepan dalam memperingatinya," ujar dia.

Acara kali ini mengambil tema Peran santri milenial dalam melestarikan budaya lokal. Tema ini diambil sebagaimana masuknya Islam di Indonesia adalah dengan menghargai serta merawat tradisi sehingga Islam mampu tetap eksis atau dalam bahasa Ushul Fiqh-nya Al-Muchafadhah.

"Ala Qodimi Al-Shalih Wal Achdhu Bi Jadid Al-Ashlah. Mempertahankan tradisi dahulu yang baik dan mengambil tradisi terbaru yang lebih baik," kata Jefri.

Perayaan maulid, lanjut Jefri, mengingat kita akan momentum sejarah kelahiran manusia yang mampu mengubah sejarah adab, akhlak, etika dan tradisi manusia menjadi lebih luhur dan bermartabat.

Sementara itu murid Ma’had Al-Jami’ah Ustadz Muhammad Nur mengatakan jika “maulid nabi adalah satu bukti kecintaan kita terhadap baginda besar Muhammad SAW. Yang tanpa dirinya kita bukanlah siapa-siapa," kata dia.

Hal ini tentu sangat tepat bila mana kita berkaca pada masa lalu saat umat manusia khususnya bangsa arab masih jahiliyah dan berlaku tidak manusiawi apalagi beradab. "Nabi Muhammad SAW hadir untuk mengubah semuanya sesuai dengan apa yang dikatakannya yakni aku diturunkan tidak lain adalah untuk mengubah akhlak manusia," katanya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar