#narkoba

Ratusan Kilogram Narkotika Jaringan Internasional di Lampung Dimusnahkan

( kata)
Ratusan Kilogram Narkotika Jaringan Internasional di Lampung Dimusnahkan
Pemusnahan ratusan kilogram narkoba di Polda Lampung. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polda Lampung musnahkan narkotika jenis ganja seberat 158,1 kg dan sabu-sabu seberat 181 kg jaringan internasional. Pemusnahan itu hasil ungkap kasus Polda lampung dan jajaran serta BNNP selama Januari hingga Maret 2022.

Kapolda Lampung, Irjen Hendro Sugiatno, mengatakan nilai dari harga pasaran barang terlarang itu mencapai Rp271,8 miliar. Selain itu juga terdapat 18 botol minuman keras (miras) yang dimusnahkan.

"Ratusan kilogram narkotika itu terdiri dari 21 kasus dengan 29 tersangka,"ujar hendro, Rabu, 6 Maret 2022.

Dari kasus tersebut, peredaran paling banyak terjadi di Lampung Selatan dan Bandar Lampung. Dari pengungkapan itu, mampu menyelamatkan 2 juta orang.

"Jika dikalkulasikan satu gram sabu dipakai lima orang dan satu gram ganja dipakai satu orang," katanya.

Menurut dia, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika. Sebab, di Lampung tergolong memiliki tingkat penyebaran narkotika tertinggi karena masuk menjadi transit ke Pulau Jawa

"Di samping jadi konsumen, juga jadi lintasan dari darat menuju Jawa. Hal ini perlu dukungan masyarakat dan semua pihak yang terlibat," ujarnya.

Dia juga mengintruksikan agar pemakai narkotika diutamakan untuk direhabilitasi.

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Edi Swasono, mengatakan penyalahguna narkotika jika dipidana di lembaga pemasyarakatan tidak akan menyelesaikan masalah. Untuk itu lebih diutamakan rehabilitasi.

"Kebijakan itu satu misi, penyalahgunaan narkoba di lapas tidak menyelesaikan masalah tapi malah justru menambah masalah karena mereka campur dengan bandar narkoba dan lainnya," katanya.

Untuk penyalahguna narkotika dibawah satu gram maka masuk kategori hanya sebatas pemakai wajib hukumnya untuk direhabilitasi. Maksimal rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika maksimal delapan bulan dan minimal dua bulan.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar