#ppkmdarurat#pelabuhan#bakauheni

Ratusan Kendaraan Tujuan Lampung Tertahan di Pelabuhan Merak

( kata)
Ratusan Kendaraan Tujuan Lampung Tertahan di Pelabuhan Merak
ratusan penumpang di dalam kendaraan yang hendak menyeberang ke pelabuhan Bakauheni tertahan di pintu masuk loket pelabuhan Merak. Lampost.co/Aan Kridalaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di penyeberangan Merak-Bakauheni dimulai Senin, 5 Juli 2021. Akibatnya, ratusan penumpang di dalam kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni tertahan di pintu masuk loket Pelabuhan Merak.

Mereka tertahan melakukan penyeberangan ke Pulau Sumatra setelah tidak bisa menunjukan dokumen persyaratan bagi pengguna jasa penyeberangan berupa surat hasil negatif tes PCR (2x24jam) atau antigen (1x24jam), dan menunjukan sertifikat vaksin Covid-19 minimal dosis pertama.

Meski berkali-kali operator melalui pengeras suara menyebutkan dokumen persyaratan penyeberangan yang wajib dikantongi pengguna jasa, mereka tetap bertahan di tollgate loket kendaraan.

"Bagi penumpang yang belum punya hasil tes PCR atau antigen, bisa tes antigen di dalam pelabuhan. Namun kami tidak menjamin hasil dari tes antigen itu saja tanpa sertifikat vaksin, bisa untuk menyeberang Bakauheni," kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPBD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Handjar Dwi Antoro di pelabuhan Merak, Senin, 5 Juli 2021.

Mendapat informasi tersebut ratusan penumpang di dalam kendaraan serentak menuju lokasi tes PCR atau antigen di area ruangan loket tiket penumpang jalan kaki.

"Saya ingatkan dengan hasil tes PCR saja bukan berarti boleh menyeberang ya pak. Kalo diizinkan nanti saya disalahkan dan melanggar surat edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 43 Tahun 2021," katanya.

Terpisah, Humas PT ASDP cabang Bakauheni Syaifulahil Maslul Harahap mengatakan jumlah pengguna jasa, baik kendaraan maupun penumpang jalan kaki akan mengalami penurunan sekitar 30 persen seiring diberlakukan SE Kemenhub nomor 43 tahun 2021 tentang kapasitas penumpang hanya 50 persen dari sebelumnya 85 Persen.

"Jika mengacu pada SE tersebut, sudah pasti jumlah pengguna jasa akan turun. Kalau soal syarat pengguna jasa wajib menunjukan serifikat vaksin dan hasil tes PCR, Regulatornya BPTD," pungkasnya.

Sementara Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah Lampung-Bengkulu Sigit Mintarso mengungkapkan, pelaku perjalanan di pelabuhan Bakauheni mulai hari ini wajib menunjukan hasil tes antigen non-reaktif 2x24 jam dan sertifikat vaksin minimal dosis pertama.

"Jika satu di antara persyaratan itu tidak lengkap, calon penumpang kapal tidak diperbolehkan menyebrang," jelasnya.

Ia menekankan bahwa ketentuan persyaratan perjalanan ini, bertujuan supaya masyarakat tidak melakukan perjalanan saat di diberlakukan PPKM tersebut.

"Bukan larangan tapi pengetatan. Sehingga masyarakat yang tidak perlu-perlu sekali, tidak melakukan perjalanan karena persyaratannya yang cukup banyak seperti vaksin dan lainnya," tutupnya. 

Winarko







Berita Terkait



Komentar