#banjir#lahanpadi&jagung#lamtim#beritalampung

Ratusan Hektare Tanaman Padi dan Jagung di Lamtim Terendam

( kata)
Ratusan Hektare Tanaman Padi dan Jagung di Lamtim Terendam
Areal tanaman padi dan jagung di Kecamatan Metro Kibang, Batanghari dan Sekampung yang terendam banjir. (Foto:Dok.Dinas PTPH Lamtim)


SUKADANA (Lampost.co)--Ratusan hektare tanaman padi dan jagung di tiga kecamatan yaitu Metro Kibang, Batanghari dan Sekampung terendam banjir.  
Ratusan hektare lahan tanaman padi dan jagung  di tiga kecamatan tersebut terendam banjir akibat  meluapnya  sungai  Way Sekampung  karena tingginya  intensitas curah hujan beberapa hari terakhir.


Kasi Perlindungan Tanaman pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kabupaten Lamtim, Hadi Makrum, Selasa (19/2/2019) kepada lampost.co menjelaskan, beberapa hari terakhir intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Lamtim dan daerah lainnya memang cukup tinggi.
Karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi tersebut sungai Way Sekampung yang melintasi sebagian wilayah kecamatan di Kabupaten Lamtim akhirnya tak mampu menampung air dan meluap.

Luapan air dari sungai Way Sekampung tersebut akhirnya masuk dan merendam ratusan hektare tanaman padi dan jagung milik petani di tiga kecamatan, yang memang lokasi lahan  berdampingan dengan aliran sungai besar tersebut.
Berdasarkan laporan sementara petugas pertanian lapangan kata Hadi, ratusan hekatre tanaman padi dan  jagung yang terendam dengan ketinggian air antara satu hingga dua meter tersebut terletak di kecamatan Metro Kibang yaitu di Desa Kibang sekitar 25 ha lebih, Sumberagung (30 ha lebih), dan Margototo (45 ha lebih).

Kemudian di Kecamatan Batanghari, areal tanaman padi yang terendam banjir di Desa Rejo Agung sekitar 6 ha lebih, Adiwarno (11 ha lebih) dan Balekencono (11 ha lebih).
Selanjutnya di wilayah Kecamatan Sekampung, areal tanaman padi dan jagung yang terendam mencapai 106 hektare lebih tersebar di Desa Trimulyo sekitar 46 ha lebih, Jadi Mulyo (5 ha lebih), Girikarto (25 ha lebih) dan karya Mukti (30 ha lebih). “Dari laporan petugas pertanian di lapangan, untuk sementara itulah luas lahan tanaman padi dan jagung yang terendam banjir di tiga wilayah kecamatan tersebut,” katanya.
Menurut Hadi, pihaknya belum dapat memprediksi kapan banjir tersebut akan surut. Sebab hal itu tergantung tinggi rendahnya intensitas curah hujan yang turun. 

Djoni Hartawan Jaya










Komentar