#tuba#pendidikan#humaniora

Rangka Baja Rehabilitasi Gedung Sekolah Tidak Berstandar SNI

( kata)
Rangka Baja Rehabilitasi Gedung Sekolah Tidak Berstandar SNI
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Tulangbawang (Lampost.co) -- Pembangunan rehabilitasi sekolah di Kabupaten Tulangbawang melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2019 bakal menuai masalah. Pasalnya, bahan material untuk atap menggunakan rangka baja yang tidak berstandar SNI.

Dari pantauan Lampost.co, penyimpangan tersebut diketahui konsultan pelaksana, namun tidak ada langkah tegas dan hanya melakukan teguran.

"Saya sudah melakukan teguran namun secara lisan bukan tertulis. Saya juga tahu rangka baja yang seharusnya digunakan rehab sekolah tersebut memang bukan rangka baja yang berstandar SNI. Kami juga tahu di Lampung hanya merek Taso yang sudah memenuhi standar SNI," ujar Alek, salah satu konsultan pembangunan rehab di Tulangbawang.

Dia mengatakan teguran diberikan di beberapa loaksi rehab, seperti SMPN 3 Rawapitu, SMPN 1 Rawapitu, dan SDN 1 Rawaragil. "Sudah saya laporkan ke atasan terkait masalah ini. Sekolah pun sudah saya berikan teguran secara lisan," katanya.

Dia menyatakan teguran tersebut belum ditindaklajuti dan dipastikan belum ada penggantian material itu. "Sampai saat ini kami sudah memastikan sekolah belum melakukan perubahan," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Tulangbawang Nasarudin saat dihubungi melalui pesan WA dan telepon belum menanggapi.

Sementara pengamat Pembangunan Herly mengatakan seharusnya pengawasan produk-produk bahan baku baja ringan ber-SNI harus diperketat dan dikawal betul oleh pemerintah. Hal ini sangat penting karena menyangkut kepentingan dan menjaga keselamatan masyarakat. Saat ini SNI untuk baja ringan, yaitu SNI 4096:2007 (SNI bahan baku) dan SNI 8399:2017 untuk SNI profil baja ringan.

“Tak kalah pentingnya dibutuhkan tenaga pemasang baja ringan yang terlatih dan menguasai secara pasti standar pemasangan yang baik dan benar. Sedangkan kondisi saat ini belum banyak lembaga atau badan yang menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga pemasang rangka atap baja ringan yang mempunyai kemampuan serta keterampilan yang memadai,” ujarnya.

Dari data yang didapat dari Dinas pendidikan Tulangbawang pada tahun anggaran 2019 mendapatkan DAK reguler dan DAK afirmasi bidang pendidikan tingkat sekolah dengan rincian untuk tingkat SD Rp32.301.435.000, SMP Rp13.128.900.000, dan SKB Rp2.075.552.000. Sedangkan untuk DAK afirmasi bidang pendidikan untuk tingkat SD mendapatan dana Rp1.105.057.000 dan SMP Rp780.000.000. Jumlah total DAK fisik bidang pendidikan yang diperoleh  Dinas Pendidikan Tulangbawang Rp49.387.934.000.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar