#perikanan#budidaya#pemprov

Rajungan Berpotensi Jadi Andalan Sektor Perikanan Lampung

( kata)
Rajungan Berpotensi Jadi Andalan Sektor Perikanan Lampung
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sedang mengelilingi pameran foto nelayan rajungan di Sheraton hotel, Senin, 23 Mei 2022. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Arinal Djunaidi menyebut potensi sumber daya kelautan dan perikanan di Lampung sangat besar, termasuk rajungan. Rajungan telah mendukung mata pencaharian lebih dari 4.000 nelayan dan seribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang didominasi perempuan. 


"Berdasarkan data Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Provinsi Lampung, ekspor rajungan pada 2021 mencapai 1.578 ton dengan nilai USD36,91 juta. Nilai tersebut meningkat 50,8 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar USD23,83 juta dengan volume 1.383 ton," kata Gubernur di Sheraton Hotel, Senin, 23 Mei 2022.

Baca: DKP Salurkan Bantuan 1,1 Juta Benih Ikan ke Kelompok Nelayan

 

Menurutnya, perikanan rajungan merupakan komoditas yang dapat diandalkan untuk menopang mata pencaharian masyarakat. Tidak hanya nelayan, tetapi juga seluruh rantai nilai yang terkait.

"Di sisi lain stok, sumber daya rajungan di perairan Lampung saat ini semakin mengalami tekanan akibat penangkapan ikan secara berlebihan, limbah domestik rumah tangga. pencemaran, dan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan," ujar dia. 

Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memiliki inisiatif pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta komitmen sebagai pilot project pertama pada 2017.

"Lampung harus menjadi penghasil rajungan terbaik di Indonesia pada 2022 dengan mendorong pengelolaan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat," jelas dia. 

Pemprov, kata Arinal, juga membentuk Komite pengelolaan perikanan Rajungan berkelanjutan (KPPRB) yang melibatkan berbagai stakeholder di bawah Koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung untuk melaksanakan berbagai macam kegiatan untuk mewujudkan tujuan pengelolaan rajungan berkelanjutan.

"Tidak hanya berfokus pada aspek nelayan dan pengolahan, namun juga penyadarhanaan dan pengembangan kapasitas perempuan untuk berperan aktif dalam pengelolaan perikanan rajungan secara berkelanjutan," kata Arinal. 

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar