anakpendidikan

Ragam Permainan yang Tepat untuk Anak Usia 0-3 Tahun

( kata)
Ragam Permainan yang Tepat untuk Anak Usia 0-3 Tahun
Orang tua bisa mengarahkan batita dengan memberikan beberapa jenis permainan untuk melatih perkembangannya. (Foto: Pexels.com)

Jakarta (Lampost.co) -- Meski bukan hal yang gampang, orang tua harus lebih peka untuk meladeni anak yang telah menginjak usia masuk tiga tahun. Di usia itu, si anak biasanya semakin meningkat rasa ingin tahunya. Namun terkadan, rasa 'sok tahu' si kecil memungkinkan membuat 'kekacauan' di rumah.
 
Menurut dr. Pinansia Finska Poetri menjelaskan, kasus diatas karena anak telah memasuki fase conscius mind (pikiran sadar)  yaitu anak telah menyadari bahwa dirinya sedang berkembang, mengetahui kebutuhannya sendiri, ia juga mampu memperlihatkan minat dan bakatnya.
 
Untuk itu, orang tua bisa mengarahkan mereka dengan memberikan dua jenis permainan. Permainan itu adalah:

1. Structural play

Ia menjelaskan bahwa jenis permainan ini ciri khasnya adalah didahului dengan demo atau ada urutan dan teknisnya. Anak-anak diarahkan untuk mengikuti urutan-urutan berdasarkan kegiatannya. Permainan ini berguna untuk melatih kedisiplinan mengikutii pertaturan yang berlaku.

2. Free play

Sementara free play atau main bebas ciri khasnya adalah anak diberi kesempatan penuh dalam memanipulasi objek atau mainan yang ada di depannya, tanpa arahan, tanpa interupsi, dan tanpa aturan. Permainan jenis ini berguna untuk melatih kreatifitas, daya imajinasi, kemampuan memecahkan masalah, dan daya konsentrasi atau fokus anak.

“Dan sebaiknya dua jenis permainan ini selalu ada dalam satu hari,” ungkapnya dalam Roompi di Aplikasi Orami dengan tema Practical life: Bagaimana Memfasilitasi Toddler agar Mandiri.

Menyendok

Kegiatan permainan yang bisa Anda lakukan di sini adalah menyendok. Ini bisa diberikan pada anak yang usianya sekitar 2,5 tahun.

Permainan menyendok

- Menyendok dari satu mangkuk ke mangkuk lain
- Menyendok dari satu mangkuk ke dua mangkuk lain yang ukurannya sama
- Menyendok dari satu mangkuk ke dua mangkuk lain yang ukurannya berbeda
- Menyendok dari satu mangkuk ke mangkuk lain yang ada garis takarannya
 
Menurut dr. Pinansia tujuan utamanya memang bukanlah menyendok tapi supaya dua menu permainan tersebut sudah bisa kita dapatkan dalam satu kegiatan permainan.
 
“Ketika seorang anak memberikan demo tentang bagimana caranya menyendok dan dia mengikuti arahan Mamanya (meskipun belum sempurna karena dia pada akhirnya menungkan berasnya ke mangkuk satunya) ini termasuk kegiatan structural play,” jelasnya.
 
“Ketika si kecil akhirnya membuat kekacauan dengan berasnya ini, ya berasnya dihambur, dikosek-kosek, ia langsung switch ke free-play. Di mana durasi free play ini berlangsung selama 15 menit,” lanjutnya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar