#pengusahakopi#beritalampung#komoditaskopi

Rabobank Beri Dukungan Pendanaan Pengusaha Kopi

( kata)
Rabobank Beri Dukungan Pendanaan Pengusaha Kopi
Ilustrasi (Foto: Dok/Suluh.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sektor Manager Rabobank Indonesia, Leo Mualim mengatakan seminar yang digelar dihadiri ratusan peserta dari 55 pengusaha kopi dan agribisnis lainnya baik nasabah maupun prospek nasabah. Kegiatan itu diberikan materi terkait dinamika kopi ditahun 2018 dan trik pasar kopi 10 tahun kedepan.

Menurutnya, kopi dapat tumbuh lebih baik di negara-negara sekitar garis ekuator. Di Indonesia sendiri sebaran pertanaman kopi terbesar berada di pulau Sumatera hingga 60 persen dengan Jenis Arabika untuk bagian Utara dan robusta dibelahan Selatan. Didaerah lainnya adalah 25 persen di Jawa dan Sulawesi Selatan sebesar 15 persen.

Produksi kopi diperkirakan bisa mencapai sekitar 743 ribu ton pada akhir tahun 2018, ini meningkat sebesar 42 ribu ton dari periode sebelumnya. Peningkatan ini 60 persen diantaranya adalah kopi Robusta yang banyak dihasilkan di Lampung. Sedangkan ekspornya bisa sampai 476 ribu ton dengan tujuan ke negara Eropa, Amerika, Malaysia, dan Jepang.

"Lampung adalah salah satu propinsi penghasil Kopi Robusta terpenting di Indonesia. Berdasarkan peringkat ekspor komoditas, Kopi merupakan komoditas ekspor ketiga terbesar di Lampung setelah Batu Bara dengan nilai ekspor sekitar USD 24,5 juta atau hampir 10 persen dari total nilai ekspor," kata Leo.

Dia melanjutkan, teknologi dan inovasi dalam rantai kopi melalui teknologi disruptif (discruptive technology) dan adanya telepon pintar yang bisa digunakan petani kopi membuat akses informasi pertanian lebih baik guna mengetahui harga dan mencari pembeli, sehingga rantai pasokan menjadi lebih pendek.

"Untuk rantai-pasok kopi, Rabobank dapat menyediakan akses dana untuk pembelian bahan baku, modal kerja, investasi untuk membeli peralatan, seperti mesin kopi, pembelian gudang, dan pengadaan kendaraan pengangkut. Lalu layanan trade financing, cash management dan internet banking," tuturnya.

Effran Kurniawan



Berita Terkait



Komentar