#pialadunia2022

Qatar Rekrut Penonton Bayaran untuk Piala Dunia 2022

( kata)
Qatar Rekrut Penonton Bayaran untuk Piala Dunia 2022
Suasana di Doha jelang Piala Dunia 2022. (Foto: AFP/Giuseppe Cacace)


Jakarta (Lampost.co) -- Tuan rumah Qatar kembali diterpa kontroversi beberapa pekan jelang penyelenggaraan Piala Dunia 2022. Setelah isu pelanggaran HAM dan LGBT, kali ini mereka disebut merekrut penonton bayaran untuk memberikan kesan positif pada Piala Dunia 2022.

Menurut laporan The Times, panitia penyelenggara Piala Dunia 2022 merekrut sekelompok penggemar dari berbagai negara untuk menyampaikan pesan positif selama penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sebagai imbalan, panitia penyelenggara bakal menanggung semua biaya perjalanan dan akomodasi "penonton bayaran" termasuk penginapan dan konsumsi selama mereka berada di Qatar. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan uang saku sebesar 60 poundsterling (Rp1 juta) per harinya.

BACA JUGA: Cedera Bayangi Messi Jelang Piala Dunia

Untuk mendapatkan semua fasillitas di atas, para "penonton bayaran" ini akan diikat dengan kontrak. Mereka wajib menjalankan semua poin yang tertuang dalam kontrak tersebut. Lantas, apa saja yang harus mereka lakukan di Piala Dunia 2022 nanti?

Masih menurut The Times, para penonton bayaran ini diwajibkan menyanyikan lagu kebangsaan dengan lantang, meneriakkan yel-yel dan mengenakan jersey timnas mereka masing-masing saat upacara pembukaan yang rencananya digelar pada 20 November 2022 nanti. Mereka juga wajib melakukan tugas-tugas di atas setiap kali negara mereka melakoni pertandingan.

Sebuah dokumen dirilis kepada para pemimpin kelompok penggemar untuk menginstruksikan kepada para anggota penonton bayaran tentang perilaku mereka selama upacara pembukaan.

"Dalam seremoni pembukaan (Piala Dunia 2022) para penggemar di seluruh dunia, selama periode lima menit, nyanyian penggemar dari setiap negara akan dimainkan dan Anda akan diharapkan untuk berdiri, menyanyikan lagu/nyanyian, mengibarkan bendera Anda dan mewakili negara Anda," demikian salah satu poin yang tertera dalam kontrak penonton bayaran Piala Dunia 2022. 

Selain itu, mereka juga wajib menyuarakan hal atau informasi yang positif melalui media sosial mereka terkait gelaran Piala Dunia 2022. Lebih dari itu, mereka juga ditugaskan menjadi mata-mata terutama di media sosial untuk melaporkan adanya informasi atau pemberitaan negatif yang beredar di media sosial selama berlangsungnya Piala Dunia pertama di kawasan Timur Tengah itu.

 

 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar