#dbd#lampungselatan

Puskesmas di Lamsel Antisipasi Ledakan Kasus DBD saat Pandemi Covid-19

( kata)
Puskesmas di Lamsel Antisipasi Ledakan Kasus DBD saat Pandemi Covid-19
Puskesmas Natar. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Puskesmas di Lampung Selatan (Lamsel) mengantisipasi munculnya ledakan kasus demam berdarah dengue (DBD) seiring kondisi cuaca tidak menentu yang berpotensial memicu berkembang biaknya jentik nyamuk lebih cepat. 

"Kami antisipasi penularan covid-19 dengan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Tapi di sisi lain kami sedang mencegah timbulnya gelombang kasus DBD. Ini harus diwaspadai bersama," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Natar, Putra Kurniawan, Senin, 28 Juni 2021.

Baca: Dinkes Catat DBD di Lampung Sebanyak 492 Kasus

 

"Caranya harus ada petugas sosialisasi ke desa-desa untuk pencegahan dua virus berbahaya ini supaya tidak meluas," sambung dia. 

Warga diimbau agar menjaga kebersihan. Jika merasakan gejala disarankan segera memeriksakan diri ke dokter. 

"Tim di lapangan akan langsung turun melakukan penyelidikan epidemiologi (PE)," kata dia.  

Kepala UPT Puskesmas Hajimena Nessi Yunita juga menyebut tim penanganan covid-19 yang diterjunkan ke lapangan telah ditugasi untuk sosialisasi pencegahan penyakit DBD.

"Di Puskesmas Hajimena memang ada sendiri tim penanganan DBD. Tapi semua tim harus siaga," katanya. 

Sementara menurut Kepala UPT Puskesmas Branti Raya, Rudi Hendriyanto mengatakan pembagian bubuk abate ke masyarakat harus terus dilakukan demi mencegah tumbuhnya jentik nyamuk DBD. 

"Dilakukan sosialisasi terus menerus, periksa lingkungan masyarakat, lakukan fogging, dan pembagian bubuk pembasmi jentik nyamuk," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar