#INFRASTRUKTUR#BERITALAMPUNGSELATAN

Purwosari Bangun Dua Jalan Desa untuk Penghubung Antar Dusun

( kata)
Purwosari Bangun Dua Jalan Desa untuk Penghubung Antar Dusun
Untuk menghubungkan Jalan Antar Dusun, warga setempat dan Pemerintah Desa Purwosari Bangun Jalan bersama. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Untuk mempermudah akses jalan menuju antar dusun, warga desa Purwosari bersama pemerintahan menggelontorkan dana desa tahap pertama untuk membangun jalan di Dusun IV Sumur Bandung menggunakan dana desa Rp63 juta lebih, Jumat, 18 Juni 2021.

Kepala Desa Purwosari, Tukiran, mengatakan, jalan penghubung beberapa dusun di bagian dalam belum bagus. Bahkan, masih tanah merah, saat hujan banyak warga yang terjatuh saat melintas. 

"Hasil kesepakatan bersama masyarakat memang pantas untuk dibangun lagi jalan ini," ujar Tukiran. 

Menurutnya, anggaran dana desa yang dikeluarkan untuk membangun jalan sepanjang 321 meter dengan lebar 3 meter tersebut sebesar Rp64 juta lebih. Ke depannya, jalan ini akan kembali dilanjutkan karena baru setengah yang dibeton. 

"Kenapa kami ambil yang didalam dulu pembangunannya karena di bagian luar jalannya sudah onderlah, kalau di sini masih tanah dan jalannya tebing," katanya. 

Selain jalan di dusun Sumur Bandung, pihaknya juga melakukan perbaikan jalan menuju perkebunan. Tujuannya supaya tidak sulit mengangkut hasil bumi. Namun, perbaikan bukan memakai beton, melainkan onderlah (penaburan batu). 

"Untuk mengeluarkan hasil bumi terkadang sulit karena jalannya juga masih tanah merah. Ketika hujan sangat licin, kalau sudah diberi batu, warga akan mudah membawa hasil bumi dari perkebunan. Untuk anggarannya dari DD juga sebesar Rp101 juta," ujarnya. 

Tukiran melanjutkan bulan mendatang pihaknya akan kembali membangun jalan beton di beberapa titik. Untuk panjangnya kemungkinan lebih dari 500 meter letaknya di dusun Jambu Wangi. 

"Ada lagi nanti dibangun di dusun Jambu Wangi, panjangnya lebih 500 meter. Anggaran DD juga, tapi untuk berapa jumlahnya belum dihitung," katanya.

Camat Natar Eko Irawan yang memantau kegiatan tersebut mengatakan, pembangunan yang mementingkan kepentingan masyarakat harus didahulukan. Menurutnya, segala sesuatunya untuk pembangunan itu harus dimusyawarahkan terlebih dahulu. Sebab ada banyak dusun di desa tersebut. 

"Musyawarahkan kalau mau membangun kalau sepakat baru batu dijalankan, jangan mengambil keputusan sendiri," ujar Eko. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar