#pupuksubsidi#pertanian

Pupuk Indonesia Hentikan Kerjasama Kios Nakal di Lamsel

( kata)
Pupuk Indonesia Hentikan Kerjasama Kios Nakal di Lamsel
Pupuk subsidi. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) – PT Pupuk Indonesia tindak tegas kios resmi yang melakukan penjualan pupuk urea bersubsidi di luar ketentuan. Hal itu terungkap berdasarkan penyelidikan Polda Lampung dan menetapkan pemilik kios resmi Bintang Jaya asal Lampung Selatan, inisial IS dan pemilik toko di Lampung Timur inisial DD sebagai tersangka.

VP Penjualan Wilayah 2 Pupuk Indonesia, Jambak, menjelaskan pihaknya membekukan dan memecat kios resmi Bintang Jaya. Sebab, Pupuk Indonesia tidak pernah ragu memberi sanksi tegas kepada kios resmi ataupun distributor yang terbukti terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi.

“Pupuk Indonesia melakukan tindakan tegas dengan memberhentikan kerja sama penyaluran pupuk bersubsidi kepada kios yang menyalahgunakan tugasnya,” kata Jambak, dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 November 2022.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan distributor agar kelompok tani sekitar sementara waktu dapat dilayani di kios resmi lainnya. Dengan demikian, proses penebusan pupuk petani terdaftar dapat berjalan tanpa gangguan akibat pemecatan kios resmi Bintang Jaya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, pemilik kios Bintang Jaya di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Natar, menjual 175 karung atau sekitar 8,75 ton pupuk bersubsidi kepada toko Berkah Abadi di Dusun IV Kedaung, Kelurahan Jaya Asri, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur. Pemilik toko Berkah Abadi juga mengambil keuntungan dengan menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET). 

Pihaknya akan terus menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum dalam rangka meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi.

Jambak juga mengimbau kepada seluruh jaringan distribusi, mulai distributor hingga kios resmi di seluruh Indonesia, untuk tidak coba-coba melakukan tindakan melawan hukum dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Sebab, pupuk bersubsidi menjadi barang dalam pengawasan pemerintah sehingga peredarannya dipantau aparat penegak hukum.

“Masyarakat juga dapat berpartisipasi mengawasi peredaran pupuk bersubsidi. Jika terdapat hal mencurigakan, jangan segan melapor kepada aparat penegak hukum,” ujarnya.

Selain itu, untuk meningkatkan tata kelola dalam pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani yang berhak, Pupuk Indonesia sedang melakukan penggunaan digitalisasi kios-kios resmi dengan mengembangkan retail management system (RMS) atau dikenal aplikasi Rekan. Rekan diuji coba di Bali dan akan menjangkau daerah lain seperti Aceh. Pupuk Indonesia akan melakukan duplikasi ke provinsi lainnya secara bertahap jika uji coba berhasil.

"Rekan ini aplikasi digital yang digunakan kios resmi untuk memproses penyaluran pupuk bersubsidi. Aplikasi ini khusus untuk kios dan memiliki fitur yang dapat diintegrasikan dengan database e-RDKK, sehingga memudahkan pengawasan," katanya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar