#Kamtibmas#Publi#ParkirLiar

Pungli Parkir di PKOR Wayhalim Makin Marak

( kata)
Pungli Parkir di PKOR Wayhalim Makin Marak
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Praktik pungutan liar (pungli) terhadap pengunjung kawasan PKOR Wayhalim kian marak. Oknum-oknum tak bertanggungjawab meminta sejumlah uang secara paksa dengan dalih parkir atau alasan keamanan.

Ridwan, warga Kedaton, Bandar Lampung menjadi salah satu korban punli di PKOR Wayhalim tersebut. Ia disambangi dua pria dan langsung meminta uang dengan dalih parkir atau kebersihan. Peristiwa ini ia alami Minggu, 17 Mei 2020.

"Kemarin saya main ke PKOR dan udah paham sih ada yang suka narik-narik parkir. Saya kira udah enggak ada lagi. Mereka dateng saat saya lagi duduk di deket skate park. Mereka langsung minta bayar parkir. Dari pada nanti ada apa-apa, saya kasih aja," ujarnya Senin, 18 Mei 2020.

Ia lebih setuju parkir di kawasan PKOR Wayhalim resmi diadakan dan dikelola dengan tarif yang wajar sehingga bisa jadi pendapatan buat Pemprov Lampung. Hal ini lebih baik ketimbang menjadi ladang publi oknum tidak bertanggungjawab.

"Kalau ada tempat parkir resminya enak bang. Kami juga mau bayar, motor dijagain aman, kalau ini kan kayak malak jatuhnya, yang minta main pergi aja enggak tanggung jawab, atau minimal boleh la parkir pas ada tanding Badak Lampung, karena ada acara," katanya.

Arndol Wijaya warga Perum BKP Kemiling, juga mengeluhkan hal yang sama lantaran menjadi korban publi dilokasi serupa. Ia menjadi korban pungli ketika sedang berolahraga di arena skate park. Tiba-tiba dua pemuda mengendarai sepeda motor menyambangi Arnold dan rekanya.

"Saya kira udah enggak ada lagi, eh masih ada pungli, langsung ama temen dibayar dua motor, dia main samperin aja, ketemu langsung minta bayar parkir, terus ditinggal aja," katanya.

Padahal menurut Arnold, saat itu beberapa anggota Satpol PP sebenarnya juga melalukan patroli, bahkan polisi dari Direktotat Pamobvit Polda Lampung juga kerap berpatroli pada sore hari di kawasan PKOR Wayhalim.

 

"Kayaknya kucing-kuncingan gitu sama petugas. Kemarin juga ada mobil polisi putih orange (Ditpamobvit), tapi mereka masih saja narik parkir," katanya.

Pantauan Lampost.co, komplotan pelaku pungli itu menyasar masyarakat yang hendak menikmati sejumlah fasilitas di kawasan milik Pemprov Lampung itu. Tempat-tempat yang biasanya dijadikan sasaran diantaranya  arena skate park, pasar seni. Pengunjung kerap dipaksa membayar uang parkir kendaraan ketika berada di titik-titik tertentu.

Modusnya komplotan tersebut keliling menggunakan sepeda motor, dan menyisir lokasi. Ketika menemukan pengunjung, mereka lansung meminta uang Pakir dengan memberikan secari kertas.

Parkir sepeda motor Rp5.000, dan parkr kendaraan roda empat Rp10.000. Saat meminta uang mereka kerap memaksa, dan ketika sudah mendapatkan uang, langsung pergi, tanpa ada sama sekali upaya menjaga atau mengamankan kendaraan pengunjung yang telah membayar biaya parkir.

Kabid Perundangan-undangan Satpol PP Lampung Ahmad Lakoni menjelaska, hingga saat ini pihak Pemprov Lampung belum menjadikan kawasan PKOR sebagai areal retribusi parkir. Ia megaskan bila penarikan biaya tersebut murni pungli.

Lampost.co pun telah bertemu dengan dua anggota Satpol PP yang berdinas di kawasan PKOR Wayhalim. Menurut salah satu personil, mereka sudah sering melakukan patroli dan memberikan teguran terhadap penarik pungli.

"Sudah sering ditegur bang, kami teken, kita tegas mereka masih aja. Kami tegor halus mereka juga ngotot, nanti kalu ada apa-apa kami serba salah. Baiknya bang kalau bisa dibantu ada pihak kepolisian karena mereka punya fungsi buat nangkap," katanya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar