#beritalamsel#pungli#pembebesanlahan

Pungli, Kades Kekiling Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara

( kata)
Pungli, Kades Kekiling Terancam Hukuman 4 Tahun Penjara
Kantor Kejaksaan Negeri Lampung Selatan. Lampos.co/Perdhana Wibisono

KALIANDA (Lampost.co) -- Kepala Desa Kekiling, Lampung Selatan, Idham Husni mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Way Hui. Oknum Kades tersebut, tersandung kasus tindak pidana korupsi, lantaran melakukan pungutan liar (pungli) pembebasan jalan tol.

Penahanan Idham Husni alias Cakui yang dilakukan Kejari Lampung Selatan berdasarkan Reg Perkara PDS-08/KALIA/08/2019 dan REG TAHANAN 08/TH.KLD/08/2019.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, Andi Pramono menjelaskan tersangka dijerat Pasal 12 huruf E dan 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU RI 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Kades merupakan pejabat publik atau penyelenggara negara, ancaman kurungan minimal empat tahun penjara," ujarnya, Rabu (7/8/2019).

Kasus ini bermula di bulan Agustus 2017 silam, pada saat warga desa setempat akan membebaskan lahan untuk jalan tol. Agar proses persyaratan diselesaikan, oknum Kades tersebut meminta imbalan warga sebesar Rp200 ribu/bidang. "Dia meminta imbalan jika cair uang ganti rugi jalan tol," ujarnya.

Mantan Kasi Intel Kejari Tulangbawang itu menjelaskan setelah pencairan uang ganti rugi jalan tol ini mencuat dan dilaporkan ke Mapolres Lampung Selatan.
"Setelah berkas lengkap, Polres Lamsel limpahkan ke Kejaksaan," kata dia.

Kades yang masih menjabat di Desa Kekiling itu dititipkan di Rutan Way Hui selama 20 hari kedepan untuk melengkapi berkas. "Kami titipkan di rutan Way Hui selama dua puluh hari Kedepan," ujarnya.

Perdhana Wibisono

Berita Terkait

Komentar