#DBD

Puluhan Warga Lamtim Terjangkit Demam Berdarah

( kata)
Puluhan Warga Lamtim Terjangkit Demam Berdarah
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti pembawa penyakit demam berdarah. Antara Foto


Sukadana (Lampost.co) – Kasus demam berdarah dengue (DBD) terus meningkat di Lampung Timur. Tercatat sebanyak 36 warga terjangkit DBD sejak awal Januari 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur, Nanang Salman meminta warga untuk waspada terhadap serangan penyakit DBD. Menurutnya musim hujan di wilayah setempat masih terus berlanjut, bahkan diprediksi puncak musim hujan dengan intensitas tinggi akan berlangsung hingga Februari 2022.

Baca juga: Daftar Kabupaten/Kota Rawan DBD di Lampung

"Kondisi cuaca ditambah lingkungan yang lembab sangat mendukung berkembang biaknya nyamuk penular penyakit DBD yaitu aedes aegypty. Perkembangan nyamuk tersebut juga diikuti dengan berkembangnya serangan penyakit DBD terhadap warga," kata dia, Rabu, 19 Januari 2022.

Menurutnya, kasus DBD sejak pekan pertama Januari 2022 terus meningkat. Tercatat hingga Rabu, 19 Januari 2022, sudah 36 warga yang terserang.

"Ke-36 warga Lamtim terserang DBD tersebut tersebar di 10 kecamatan, yakni Purbolinggo sejumlah 14 orang, Pekalongan (10). Kemudian di Kecamatan Batanghari, Pasir Sakti, Sekampung, dan Raman Utara masing-masing dua orang. Lalu di Kecamatan Sekampung Uduk, Labuhan Maringgai, Marga Tiga dan Way Jepara masing-masing satu orang," ujarnya.

Pihaknya mengingatkan seluruh warga terus meningkatkan kewaspadaan dengan aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M plus yaitu menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum, dan tempat penampungan air lainnya.

Kemudian menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum dan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Lalu memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

"Selanjutnya plusnya adalah merupakan bentuk upaya pencegahan di antaranya memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, gotong royong membersihkan lingkungan, dan meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup," ungkapnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar