#tambang#lingkungan

Puluhan Rumah Retak Akibat Peledakan Tambang Batu di Tanjungbintang Lamsel

( kata)
Puluhan Rumah Retak Akibat Peledakan Tambang Batu di Tanjungbintang Lamsel
Warga sedang menunjukkan salah satu rumah yang retak akibat peledakan bukit tambang batu di Kampung Sawah, Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjungbintang, Rabu, 19 Januari 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Puluhan rumah di Kampung Sawah, Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) retak akibat guncangan yang timbul dari peledakan tambang batu di wilayah tersebut. Warga menuntut PT. Batu Makmur sebagai pengelola di bukit batu tersebut membayar ganti rugi. 

Warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamsel bertindak tegas dan memberikan sanksi kepada perusahaan yang melakukan peledakan di bukit batu dengan menggunakan dinamit tersebut. 

Salah satu warga setempat, Arif mengatakan, arak titik peledakan dengan permukiman warga hanya dalam radius seratusan meter. 

"Aktivitas pengeboman seperti ini sudah dilakukan sejak sepuluh tahun lalu. Getarannya sangat kencang, sebagian warga ada yang teriak-teriak kalau mendengar suara ledakan," katanya, Rabu, 19 Januari 2022. 

Baca: Tiga Bukit Tambang di Pringsewu Dituding Jadi Penyebab Banjir Gadingrejo

 

Arif juga mengatakan, kegiatan peledakan itu sudah cukup lama berhenti, namun, mulai Selasa, 4 Januari 2022, perusahaan kembali melakukan uji coba peledakan. 

"Pernah kami diberi kompenasi beberapa kilogram beras, tetapi itu juga sudah lama. Kami mau protes, namun, banyak warga yang takut," katanya. 

Hal yang sama diungkapkan warga lainnya, Badak. Dia mengatakan, debu yang dihasilkan dari peledakan juga menimbulkan polusi udara di permukiman warga. 

"Sejak pandemi covid-19 tidak ada aktivitas peledakan. Tetapi sekarang mulai lagi," kata dia.

Sementara itu, Humas PT. Batu Makmur, Jahidin mengaku sudah memenuhi apa yang menjadi tuntutan warga. 

"Masalah apalagi ini, semua udah beres semua. Rumah warga sudah diperbaiki dan warga juga sudah diberikan konpensasi sama perusahaan," kata dia. 

Jahidin memastikan, perusahaan sudah melakukan perbaikan terhadap 10 unit rumah warga yang terdampak peledakan. 

 "Konpensasinya ada lima kilogram beras dan sekitar 20 rumah warga yang retak telah diperbaiki," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar