#demo#penembakan#as

Puluhan Ribuan Orang Protes Aksi Kekerasan di AS

( kata)
Puluhan Ribuan Orang Protes Aksi Kekerasan di AS
Puluhan ribuan orang demo di AS terkait maraknya aksi brutal penembakan. (Foto:Medcom)


Washington (Lampost.co)--Aksi penembakan brutal marak terjadi di AS. Atas aksi tersebut, puluhan ribu demonstran turun ke jalanan Washington dan kota-kota lainnya di Amerika Serikat (AS) dalam mendesak jajaran politisi untuk meloloskan aturan yang dapat menekan angka kekerasan senjata api. Unjuk rasa masif ini berlangsung usai terjadinya penembakan massal di sebuah sekolah dasar di Texas bulan lalu.

Di wilayah ibu kota, pihak penyelenggara dengan gerakan March for Our Lives (MFOL) mengestimasi bahwa 40 ribu orang berkumpul di National Mall dekat Washington Monument di bawah guyuran hujan ringan.

MFOL adalah grup keamanan senjata api yang dibentuk penyintas penembakan massal 2018 di Parkland, Florida.
Courtney Haggerty, seorang pustakawan berusia 41 tahun asal Lawrenceville, mengatakan bahwa ia datang ke Washington bersama anak perempuannya, Cate, yang berusia 10 tahun, dan anak laki-laki, Graeme, 7 tahun.

Haggerty mengatakan bahwa penembakan massal di sekolah dasar Sandy Hook pada Desember 2012 terjadi satu hari usai ulang tahun pertama anak perempuannya.

"Saya tidak menyangka di saat anak saya sudah mendekati usia 11 tahun, kami masih melakukan demonstrasi seperti ini," ucapnya, dikutip dari The Age, Minggu, 12 Juni 2022.

Kay Klein, pelatih program guru dari Fairfax, mengatakan bahwa dalam pemilihan umum sela pada November mendatang, warga AS harus berhenti memilih politisi yang menolak mengambil tindakan nyata terkait kekerasan senjata api.

"Jika kita memang peduli terhadap anak-anak dan keluarga, kita harus memilih (politisi yang mau mengambil tindakan nyata)," ungkapnya.

Pelaku penembakan di sekolah dasar Robb Elementary School di Uvalde, Texas, membunuh 19 anak dan dua guru pada 24 Mei. Penembakan terjadi 10 hari usai individu bersenjata api membunuh 10 orang di sebuah toko grosir di Buffalo, New York.

Rentetan penembakan yang terus terjadi di AS semakin meningkatkan tensi debat mengenai kekerasan senjata api. Namun sejauh ini, prospek adanya legislasi federal terkait hal tersebut masih belum dapat dipastikan, karena sebagian politisi Partai Republik menentang keras segala bentuk pembatasan terhadap senjata api.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar