koreabanjir

Puluhan Orang Meninggal Akibat Banjir di Korsel

( kata)
Puluhan Orang Meninggal Akibat Banjir di Korsel
AFP/YONHAP Banjir di Daejeon, Korea Selatan

Seoul (Lampost.co) -- Hujan deras, tanah longsor, dan banjir di Korea Selatan telah menewaskan sedikitnya 30 orang dalam beberapa hari terakhir. Namun, jumlah korban jiwa mungkin meningkat karena lebih dari 10 orang dilaporkan hilang.

Hujan lebih lebat juga diperkirakan terjadi di bagian selatan negara itu akibat topan yang mendekat. Hujan deras telah mendatangkan malapetaka di seluruh negeri sejak 1 Agustus di tengah musim hujan yang berkepanjangan. Menurut data Markas Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan, jumlah korban tewas di negara itu mencapai 30 pada Minggu, 9 Agustus 2020.

Selain itu, ada 12 orang hilang dan delapan lainnya luka-luka. Bahkan selama tiga hari terakhir, 13 orang telah tewas, dua hilang dan satu terluka secara nasional, menurut markas. Korban tewas tidak termasuk korban dari tiga kapal terbalik di Bendungan Uiam di Chuncheon, 85 kilometer timur Seoul. Kecelakaan tersebut menyebabkan tiga orang tewas dan tiga hilang pada Minggu.

Insiden itu dikategorikan sebagai kecelakaan laut. Lebih dari 5.900 orang dari 11 provinsi dan kota meninggalkan rumah mereka. Lalu, kira-kira 4.600 dari mereka menempati tempat penampungan sementara setelah adanya peringatan bencana.

“Sekitar 9.300 hektare lahan pertanian tergenang atau terkubur, sementara 9.500 fasilitas umum dan pribadi dilaporkan mengalami kerusakan. Perbaikan yang selesai dilakukan mencapai 73,2% dari kasus kerusakan,” kata pihak berwenang.

Topan Jangmi, topan kelima musim ini, diperkirakan akan melanda wilayah selatan Semenanjung Korea mulai Senin. Topan ini membawa lebih banyak hujan di daerah yang dilanda banjir.

Menurut Badan Meteorologi Korea (KMA), topan Jangmi terbentuk pada Minggu pagi di barat daya Okinawa. Lalu, topan bergerak ke timur laut dan diperkirakan akan melewati perairan Pulau Jeju sekitar pukul 10.00, Senin (10/8). Badan cuaca negara mengatakan badai tropis mungkin akan tiba di perairan Busan, sekitar 453 kilometer tenggara Seoul, sekitar pukul 15.00, Senin.

Karena topan tersebut, Pulau Jeju dan Provinsi Gyeongsang Selatan akan mengalami angin kencang dan hujan lebat dalam beberapa hari mendatang. Sementara bagian lain negara Korea Selatan akan mengalami hujan lebat.

Di negara tetangga (Korea Utara), media pemerintah Korean Central Broadcasting juga memperingatkan hujan lebat tambahan di daerah-daerah yang sudah dilanda banjir, menurut Yonhap.

Kim Jong-un dilaporkan melakukan inspeksi pada wilayah terdampak banjir pada Jumat. Pak Pong Ju, wakil ketua komisi pengambilan keputusan tertinggi negara, memeriksa kerusakan pada ladang dan tanaman yang terendam di wilayah barat daya negara itu pada Sabtu. 
 

Media Indonesia



Berita Terkait



Komentar