#proyek#pemkab

Puluhan Kontraktor di Pesibar Cicil Pengembalian Kerugian Negara

( kata)
Puluhan Kontraktor di Pesibar Cicil Pengembalian Kerugian Negara
Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Lambar, Yayan Indriana. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) berhasil memfasilitasi pengembalian kerugian negara sebesar Rp400 juta dari total kerugian Rp5 miliar yang ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar).

Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Lambar, Yayan Indriana menjelaskan, dana kerugian negara yang dikembalikan itu berasal dari hasil pemeriksaan terhadap kegiatan proyek bermasalah di Pemkab Pesibar sejak 2014 hingga 2020.

"Jumlah kerugian negara yang tercatat dalam Surat Kuasa Khusus (SKK) sebenarnya mencapai Rp15 miliar yang berasal dari 53 perusahaan/kontraktor," kata dia, Senin, 28 Maret 2022.

Baca: Gorden Rumah Dinas DPR Dianggarkan Rp48 Miliar

 

Akan tetapi, dari puluhan kontraktor itu, tersisa 17 perusahaan yang belum menghadap BPK karena alamatnya tidak ditemukan.

"Sedangkan sebanyak 36 kontraktor lainnya memproses pengembalian kerugian negara tersebut dengan cara mencicil. Sudah ada sembilan perusahaan yang sudah melunasi utang kerugian negara akibat kegiatan bermasalah itu," ungkap dia. 

Sembilan perusahaan itu adalah CV IM dengan nilai Rp26,2 juta. CV DPB (33 juta), CV GP (7 juta), CV TS (29 juta), CV WJ (87 juta), PT TMP (13 juta), CV GNJ (8 juta), CV BAJ (7 juta), dan CV DP (12 juta). 

"Dari 36 perusahaan yang masuk dalam data SKK, jumlah kerugian negara terbesar ada di PT DIA dengan nilai mencapai Rp500 juta," katanya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar