#lahanpuso#beritalamsel#kekeringan#kemarau

Puluhan Hektare Tanaman Padi di Bumiasri Puso Akibat Kekeringan

( kata)
Puluhan Hektare Tanaman Padi di Bumiasri Puso Akibat Kekeringan
Areal persawahan yang alami gagal panen di Desa Bumiasri, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jumat, 4 Oktober 2019. Lampost.co/Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Akibat dampak kemarau, puluhan hektare tanaman padi di areal persawahan Desa Bumiasri, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, alami gagal panen atau puso. Setidaknya tanaman padi puso itu berada dilahan milik tiga kelompok tani (Poktan) yang terdampak kekeringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, ketiga Poktan yang alami gagal panen yakni Poktan Karya Mekar, Tepus Mulya dan Karya Maju. Setidaknya ada 56 hektare yang gagal panen.

Seperti yang diungkapkan, Ketua Poktan Karya Mekar, Marsono mengaku dampak dari kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir mengakibatkan tanaman padi seluas 56 hektare gagal panen karena rusak. Kerusakan akibat kekeringan itu mencapai 70-100 persen. "Cukup luas tanaman padi yang puso di Desa Bumiasri. Ada sekitar seluas 56 hektare yang gagal panen. Semuanya tersebar di tiga Poktan," kata dia, Jumat, 4 Oktober 2019.

Dia mengaku tanaman padi yang alami gagal panen tersebut telah didaftarkan pada asuransi usaha tani padi (AUTP). Untuk itu, pihaknya berharap tanaman padi puso iti dapat diklaim di PT Jasindo. "Tanaman padi yang gagal panen di desa kami, murni karena kekeringan. Kami kesulitan mendapatkan pasokan air. Bahkan, sumur bor sudah enggak sanggup lagi," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santoso mengatakan hingga dengan saat ini jumlah total puso di Desa Bumiasri hanya tujuh hektar. Ia juga mengaku pihaknya mendata puso secara bertahap karena masih ada kemungkinan hidup, jika terjadi hujan.

"Kalau dari pendataan kami bersama Petugas POPT hanya ada tujuh hektare yang benar-benar puso. Tanaman padi benar-benar gagal panen ketika setelah dicek petugas POPT," kata dia.

Armansyah



Berita Terkait



Komentar