#gagalpanen#beritalamsel#beritalampung

Puluhan Hektare Tanaman Padi di Bandanhurip Gagal Panen

( kata)
Puluhan Hektare Tanaman Padi di Bandanhurip Gagal Panen
Salah satu petani menunjukkan areal lahan persawahan yang alami gagal panen di Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Minggu (28/7/2019). Lampost.co/Armansyah

KALIANDA (Lampost.co)--Puluhan hektare tanaman padi di areal persawahan Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, gagal panen. Kegalalan itu karena tanaman padi yang memasuki masa panen itu diserang berbagai hama.

Seperti yang diungkapkan, Asep Ketua Kelompok Tani Lebung Bedug Desa Bandanhurip, Asep mengatakan petani yang memiliki areal laham di Lebung Bedug banyak alami gagal panen. Hal itu dikarenakan diserang berbagai hama, seperti tikus, sundep, wereng dan burung. "Banyak yang gagal panen anggota kami. Dalam lahan 1 hektare, petani hanya mampu memproduksi padi sebanyak 4 karung atau setara 300 kg - 400 kg. Itu pun kualitas padi atau gabahnya enggak bagus," kata dia, Minggu (28/7/2019).

Dia mengaku lahan 1 hektare tanaman padi miliknya pribadi juga alami gagal panen. Bahkan, ia terpaksa gigit jari tanpa memanen padi karena ludes dimakan hama tikus dan burung. "Punya saya enggak di panen, mas. Saya suruh arit aja sama peternak buat kasih ternak sapi. Ya mau diapain lagi, mas. Padahal udah enggak kurang-kurang dikasih obat, racun, penyemprotan dan ngusir burung," kata dia.

Hal senada diungkapkan, Gapoktan Sejahtera Desa Bandanhurip, Karyadi. Dia mengatakan tanaman padi yang gagal panen itu merupakan milik petani yang sebelumnya alami kebanjiran. Sehingga, tanaman padi mereka alami keterlambatan masa panen. "Ada sekitar 100 hektare tanaman padi yang baru memasuki masa panen. Namun, sekitar 30 hektare hingga 40 hektare alami gagal panen. Bahkan, ada yang sama sekali tidak menghasilkan gabah," kata dia.

Terpisah, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa tanaman yang gagal panen karena diserang berbagai penyakit dan hama, seperti serangan jamur yang menyebabkan patah leher, kepinding tanah, wereng, tikus dan burung pipit. "Tanaman yang gagal panen itu tidak ada yang terdaftar dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tapi, sudah kami ajukan bantuan benih untuk musim gaduh ini. Hanya tinggal menunggu droping. Ada sekitar 150 hektare yang diusulkan. Masing-masing mendapatkan 25 kg per hektare," kata dia.

Armansyah



Berita Terkait



Komentar