#beritalamsel#fluburung#ayammatimendadak

Puluhan Ekor Unggas di Palas-Sragi Mati Mendadak

( kata)
Puluhan Ekor Unggas di Palas-Sragi Mati Mendadak
Seorang warga Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, saat menunjukkan kondisi ternak ayamnya yang mulai sakit, Kamis (26/3/2020). Lampost.coArmansyah

Kalianda (Lampost.co): Puluhan ekor unggas milik masyarakat di Kecamatan Palas dan Sragi, Lampung Selatan, mati mendadak. Meski belum diketahui penyebab kematian unggas itu, namun masyarakat merasa was-was terhadap virus flu burung. 

Hasan, warga Desa Sukabakti, Kecamatan Palas mengatakan puluhan ekor unggas miliknya mengalami mati mendadak. Padahal, sehari sebelumnya ternak unggas ayam dan bebek miliknya dalam keadaan sehat. 

"Sorenya masih sehat dan masuk ke dalam kandang. Tapi, keesokan harinya pada mati mendadak. Tetangga saya juga sama mengalami mati mendadak juga unggas yang mereka ternak," kata dia, Kamis, 26 Maret 2020.

Hal senada diungkapkan, salah satu warga Desa Palaspasemah yang enggan namanya disebutkan. Dia mengaku unggas ternak milik masyarakat desa setempat banyak yang mengalami mati mendadak. Ia khawatir penyebab kematian unggas itu akibat virus flu burung. 

"Ya, enggak tau juga karena flu burung apa bukan. Tapi, sebagai masyarakat awam kami sangat khawatir. Apalagi saat ini sedang heboh soal virus corona atau covid-19," kata dia. 

Ditempat terpisah, Aziz, warga Desa Kualasekampung mengaku ternak ayam miliknya juga mengalami mati mendadak. Bahkan, saat ini ada beberapa hewan ternaknya mulai sakit-sakitan.

"Punya saya (ayam) sudah mati semua. Lihat itu ada beberapa ayam yang seperti sedang sakit. Kalaupun mati mendadak langsung saya kubur takutnya ada virus," kata dia. 

Sementara itu, Plt. Kepala UPTD Puskeswan Kecamatan Palas-Sragi Iwan Ismu mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait adanya puluhan unggas mati mendadak. Namun, kata Iwan, kematian hewan unggas itu belum bisa dipastikan karena virus flu burung atau bukan. 

"Harus di uji laboratorium dulu kalau ingin memastikan adanya flu burung atau bukan. Tapi, memang kemungkinan kematian puluhan unggas itu karena faktor cuaca yang sering hujan dan panas," kata dia. 

Iwan mengimbau kepada masyarakat supaya dapat menjaga kebersihan lingkungan kandang ternak masing-masing. Selain itu, hewan ternak diharapkan jangan dilepasliarkan. 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar